Upaya Wujudkan Desa Mandiri, Kades Lambur II Bersama Warga Manfaatkan Lahan Desa

Tanjung Jabung Timur –  Sebanyak kurang lebih 70 Hektar lahan yang dimiliki Desa Lambur II sejak beberapa tahun yang lalu mulai ditanami tanaman jenis sawit dengan sistem bagi hasil sesuai dengan perjanjian HGU yang digarap oleh masyarakat sekitar bekerja sama dengan pihak desa agar menjadi lahan yang produktif.

Seperti yang dituturkan oleh Kades Lambur II, Andi, saat disambangi dikediamannya ( 2/6 ), Menurutnya, Inisiatif ini muncul hasil dari bincang-bincang dengan sesepuh desa kemudian dilanjutkan musyawarah antar pihak desa dan masyarakat, mengingat Desa Lambur II memiliki tanah desa yang cukup banyak walau dengan kadar keasaman tanah yang cukup tinggi sangat disayangkan apabila lahan tersebut tidak dimanfaatkan hanya menjadi lahan tidur, selain itu dengan memanfaatkan lahan yang ada minimal dapat membantu perekonomian masyarakat dan perangkat serta untuk inkam desa sebagai upaya kedepannya menciptakan desa mandiri.

” Program ini sudah berjalan sekitar tujuh tahun yang lalu, minimal dapat membantu ekonomi masyarakat dan income desa, “ujar Kades.

Lahan yang digarap ini ada tiga jenis yakni : Lahan TKD, Tanah Bengkok dan Tanah Padang Gembala, semua itu penanamannya berjenjang dan digarap sepenuhnya oleh masyarakat serta perangkat desa dengan sistem bagi hasil 70% untuk penggarap dan 30% untuk income desa kemudian perjanjian berlaku setelah tanaman berusia 7 tahun dengan masa kontrak 25 tahun terhitung sejak tanaman sudah mulai dipanen.
Kades juga menjelaskan, untuk saat ini ada sekitar 20 hektar lahan yang sudah menghasilkan, walaupun belum maksimal akan tetapi sudah ada untuk pemasukan desa tergantung dengan kondisi tanaman setiap panennya.
“Saat ini sebagian sudah ada yang menghasilkan, tidak banyak sih tergantung kondisi tanaman dan masih terkendala dengan kemampuan para penggarap, yang terpenting saat ini sudah mulai menampakkan hasil, “sambung Kades.

Harapannya, dengan adanya program ini masyarakat dan perangkat desa dapat tambahan pemasukan ekonomi dan untuk mewujudkan desa mandiri yang tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah daerah maupun pusat, selain itu ke depannya wacana program ini akan kita gandengkan dengan BUMdes.

“Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya karena yang namanya rencana belum tentu bisa berjalan sesuai yang diharapkan, yang jelas kami sudah berusaha berbuat, “ucapnya.   ( Doni Riyadi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *