Trisakti Menggelar Seminar Nasional 20 Tahun Reformasi

Jakarta – Dalam rangka mengenang reformasi yang membawa korban 4 mahasiswa Trisakti yang meninggal dunia, maka Universitas Trisakti menggelar acara ” Seminar Nasional 20 Tahun Reformasi ” dengan mengambil tema ” Empat Pejuang Reformasi Dalam Pusaran Huru-hara Mei 98 ” di Auditorium Trisakti, Gedung D, Jakarta- Barat, Senin,( 28/05/2018 ).

Acara Seminar Nasional 20 Tahun Reformasi ini dihadiri oleh Rektor Trisakti,Ali Gufron, Sekjen Kementerian Sosial RI, Hartono Laras, Ketua Ikatan Alumni Trisakti yang diwakili oleh Ahmad Kurniawan, Presiden Mahasiswa Trisakti, Dosen serta BEM Sejabodetabek dan Anggota Komisi DPR RI Komisi VIII.

4 Mahasiswa Trisakti menjadi martir dari sebuah perubahan yang terjadi pada bangsa ini, dimana nasib kasusnya sampai saat ini masih belum dikatakan adil.
Kematian 4 ( empat ) mahasiswa Trisakti tersebut merupakan sebuah gerbang pintu masuk sebuah perubahan, tanpa sebuah pintu masuk, kita tidak akan sampai masuk ke dalam rumah,yang artinya sebuah rumah demokrasi yang sama-sama kita naungi saat ini,” ujar Ahmad Kurniawan.

Kami memandang gelar/tanda jasa pahlawan adalah sebuah hal yang pantas disematkan untuk kematian mereka, sehingga kematian mereka menjadi hikmah ( pelajaran ) bagi bangsa Indonesia dan kematian mereka juga dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda penerus bangsa, bahwa tidak ada sebuah pengorbanan yang sia-sia dan kematian 4 pejuang reformasi ini dapat menularkan sifat-sifat heroisme di kalangan anak muda sekarang,” ujar Alfi Prasetyo.

Untuk itu kami memandang gelar tanda jasa pahlawan nasional ini sebagai virus baru untuk menularkan sifat-sifat “heroisme” ke-4 pahlawan reformasi tersebut terhadap generasi sekarang dan yang akan datang. ( Ferry Marinus )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *