Terkait Padat Karya, Pangdam XIII/Merdeka dan Pemprov Gorontalo Teken MoU

SULUT – TENTARA Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dalam hal ini Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo sepakat melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU Pencanangan Program Kegiatan Padat Karya di Malahu, Desa Ayumolingo, Kecamatan Pulubala
pada Sabtu (12/05/2018) pagi.

“Suatu kehormatan bagi kami jajaran TNI bisa bekerja bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo. Namun sebelumnya saya mengucapkan selamat kepada Gubernur Gorontalo atas kepemimpinannya di dua periode ini dan sudah berjalan selama 6 tahun. Semoga semakin sukses, berjaya dan masyarakat semakin sejahtera,” ucap Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Madsuni mengawali sambutannya.

Kata Pangdam, salah satu metode yang dapat dilakukan TNI AD demi meningkatnya taraf kesejahteraan masyarakat adalah melalui Karya Bakti. “Adanya kerjasama antara TNI dan Pemprov Gorontalo dengan ditanda-tangani Nota Kesepahaman proyek padat karya yang hari ini sudah tahap pelaksanaan, bisa mendapat didukung semua stakeholder yang ada disini agar berjalan sesuai perencanaan dan bermanfaat untuk kesejahtraan rakyat. Dengan Karya Bakti dalam bentuk Program padat karya merupakan salah satu metode yang dilakukan oleh Aparat Komando Kewilayahan untuk membantu Pemerintah dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengugah dan memupuk komitmen pesatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat melalui hidup tolong menolong, gotong royong yang didasari kesetia kawanan, kekeluargaan dan toleransi yang tinggi di atas keberagaman,” jelasnya.

“Melalui Program Padat Karya, diharapkan akan terwujud kondisi lingkungan yang memiliki ketahanan wilayah di bidang ekonomi dan keamanan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara serta terwujudnya kemanunggalan TNI dan masyarakat,” tandasnya.

Adapun tindak lanjut kerjasama dalam kegiatan padat karya tersebut yaitu; Pertama, Penyediaan Rumah Hunian Layak bagi masyarakat miskin dan pembangunan 600 Unit permanen dengan kondisi sederhana berukuran 30 M2, yang dilaksanakan secara bertahap di 6 Kabupaten dan Kota, Tahap I sejumlah 238 Unit dan Tahap 2 sejumlah 382 Unit. Kedua, Kegiaran pengembangan pertanian berbasis konservasi dalam upaya mengurangi erosi tanah melalui kekuatan tersering seluas 14 Ha, penanaman tanaman pembangunan tersering dan pengelolaan tanah melalui sistim TTOT atau Tanah Tanpa Olah Tanah di 6 Kabupaten dan Kota. Demikian keterangan dari Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka yang disampaikan Kasipensat Mayor Inf. Suwarno.
(vendry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *