Tanpa Firasat, Cerita Keluarga Korban KM Wicly Jaya Sakti

Tanpa Firasat, Cerita Keluarga Korban KM Wicly Jaya Sakti

Spread the love

 2,708 total views,  6 views today

Tanjung Jabung Timur, Peristiwa naas yang menimpa KM Wicly Jaya Sakti yang tenggelam saat hendak bertolak dari Nipah Panjang-Jambi menuju Dabo Singkep- Kepri menyisakan cerita duka dan kesedihan terutama bagi keluarga korban.

Seperti yang dialami Solfani, pria paruh baya ini harus kehilangan istri dan dua anaknya yang meninggal dunia setelah kapal KM Wicly Jaya Sakti yang ditumpangi tenggelam ditengah laut wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur – Jambi beberapa hari yang lalu.

Dikatakan Solfani, ia tidak menyangka bahwa yang menjadi korban KM Wicly adalah Istri dan dua anak dua orang anaknya.

“Maksud kepergian itu untuk menghadiri pernikahan keponakan istri saya di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, “ujarnya.

Dikatakannya pula, saat sebelum keberangkatan di KM.Wilcly, Solfani sempat mencari kapal dan bertanya kepada istri mau berangkat hari Kamis malam, 20 Mei 2021 atau Jum’at malam, 21 mei 2021. Akhirnya, kesepakatan itu langsung Jumat malam dan saya segera menghubungi via telepon pengurus kapal.

“Saat sebelum jumat malam, tepatnya sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, pihak pengurus kapal bilang harus diantarkan dan saya bersama kerabat bernama Ucok langsung mengantarkan ke Pelabuhan Syabandar, Kecamatan Nipah Panjang, “jelasnya selasa, 25 mei 2021.

Solfani menyebutkan, saat mengantarkan istri dan anaknya menggunakan Speed Boat ke Pelabuhan Syabandar, Ia sedikitpun tidak ada firasat. Dan menjelang sholat Maghrib, ia pulang kerumah karena ingin menunaikan sholat. Setelah itu, ia kembali mengkonfirmasi via telefon lagi ke anaknya apakah sudah berangkat, namun anaknya menjawab belum karena situasi perairan Nipah Panjang belum pasang. Karena penasaran, Solfani langsung mengecek ke pelabuhan melihat air ternyata sudah pasang.

“Saat air pasang, saya telfon lagi anak saya dan mengatakan sudah berangkat, saya pun tenang karena sudah berangkat. Selanjutnya, tepat sekitar pukul 22.30 WIB, saya telfon lagi apakah sudah keluar dari perairan Kecamatan Sadu dan anak saya pun menjawab belum karena menunggu penumpang, “terangnya.

Sementara itu, tepat sabtu, 22 Mei 2021, Solfani kembali menelfon anaknya
namun tidak diangkat dan sekitar pukul 06.00 WIB, kembali menelfon namun tidak bernada aktif dan Ia pun langsung berupaya mencari informasi terkait kapal yang ditumpangi istri dan dua anaknya tersebut.

“Saat handphone tidak aktif, saya langsung suruh kawan beli minyak mau ke sungai lokan memastikan dimana posisi kapal waktu itu, “katanya pula.

Setelah itu, tiba-tiba pihak Airud menelfon diminta untuk datang ke kantor karena ada informasi Kapal TB Sabang 21 menyelamatkan 18 orang. Namun Solfani (Suami/Ayah korban.red) tetap tidak percaya karena kapal yang ditumpangi istri dan dua anaknya hanya 5 orang dari Nipah Panjang menuju Dermaga Syabandar.

Diketahui, Sabtu pagi, 22 Mei 2021, sekitar pukul 06.00 WIB sebuah Kapal Motor bernama Wicly Jaya Sakti bermuatan barang dan penumpang termasuk awak sebanyak 26 orang tenggelam di tengah laut Tanjung Jabung. Sebanyak 18 orang dinyatakan selamat dan 8 orang lainnya dinyatakan hilang, namun setelah dilakukan pencarian selama 4 hari oleh Tim SAR gabungan, akhirnya 8 korban KM Wicly yang hilang ditemukan dalam kondisi meningal dunia. (Doni Riyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.