Tak Diberi Uang Angsuran Motor, Oknum Wartawan Diduga Ancam Pejabat dengan Pemuatan Berita Miring

Minsel – Perilaku tidak terpuji dilakukan oknum wartawan media online biro Minahasa Selatan Propinsi Sulawesi Utara dengan mengancam salah satu pejabat yang bertugas di pemerintahan kabupaten Minahasa Selatan.

Berawal dari didapatnya informasi bahwa pejabat tersebut kepergok dengan perempuan yang bukan istrinya di salah satu rumah kost beberapa waktu lalu, sehingga membuat oknum wartawan berinisial RLB mendatangi pejabat tersebut di kantornya, dengan alasan mengkonfirmasi informasi yang dia terima dari temannya.

Oknum wartawan RLB diterima oleh pejabat di ruang kerjanya dan langsung memberikan konfirmasi secara langsung. Tapi dalam pembicaraan yang terjadi di dalam ruang kerja pejabat tersebut, oknum wartawan meminta uang untuk membayar angsuran motornya. ” Saya mau  bayar angsuran motor ini,  sudah  menunggak,” kata oknum wartawan tersebut (sudah dalam Bahasa Indonesia)   kepada pejabat di ruang kerjanya, pada hari Senin 24/04/2018 yang lalu.

Di tempat berbeda oknum wartawan tersebut juga mengatakan bahwa apabila keinginannya tidak dituruti maka ia akan membuat berita miring terkait pejabat tersebut. “Kalau hari ini dia tidak memberi apa yang saya minta, saya akan muat beritanya besok.”

Kata-kata tersebut terlontar saat oknum wartawan bertemu dengan seorang ASN yang berdinas di pertanian Minsel, di ruangan itu ada beberapa awak media, termasuk wartawan NusantaraNews yang mendengar langsung apa yang dikatakan oknum wartawan kepada seorang ASN di Dinas Pertanian.

Salah seorang wartawan senior yang tidak mau namanya ditulis, bertugas di kabupaten Minahasa Selatan sangat menyayangkan perilaku wartawan terdebut, karena untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik:

1. Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
2. Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
3. Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
4. Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
5. Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
6. Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.
7. Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan.
8. Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.
9. Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
10. Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
11. Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.(onal_mamoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *