Syahirsyah Sang Bupati yang “ACUH” terhadap Rakyatnya

Batanghari – Akses jalan menuju ke beberapa desa yaitu Tebing Tinggi, Olak Kemang, Padang Kelapo, Sungai Lingkar, Sungai Ruan Ulu dan Sungai Ruan Ilir masih rusak dan selalu rusak dari tahun ke tahun.
Sebelumnya,  yaitu pada masa pemerintahan Bupati Abdul Fattah,  terlihat ada perbaikan  di desa – desa tersebut namun belum menjangkau   simpang akses masuk desa – desa tersebut, karena masa jabatannya berakhir.  Akses masuk tersebut dinamakan Simpang Sungai Ruan, Kecamatan Marosebo Ulu dari simpang masuk ke desa pertama yaitu Tebing Tinggi sekitar kurang lebih 2 kilo yang seharusnya bisa ditempuh oleh kendaraan sekitar 2 menit tapi dengan kondisi yang rusak cukup parah membutuhkan waktu ¼ jam dengan kendaraan roda dua dan membutuhkan waktu ½ jam dengan kendaraan roda empat.

Kami sangat susah nian pak, nak ke pasar Sungai Rengas kareno jalan ko rusak terus, entah kayak mano lah pemerintahan ko dak pernah di baek baekin jalan kami ko, tengoklah lobang di jalan ko lah gedang-gedang biso memeliharo ikan di jalan ko, tolonglah kami pak disampaikan ke Bupati tuh dak do nian perhatiaannyo, janji-janji be yang ado” ujar Muslim.

Sekarang pemerintahan yang baru Bupati Syahirsyah lebih parah lagi tidak ada perhatian yang dilakukan oleh pemerintahan sekarang, sejak Syahirsyah memerintah tidak pernah sama sekali turun ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakatnya karena SYAHIRSYAH PEMIMPIN DENGAN TYPE SEPERTI MINTA DILAYANI BUKAN MELAYANI.  Selama  2 periode Syahirsyah memerintah SAMA SEKALI TIDAK ADA BUKTI INFRASTRUKTUR YANG TERLIHAT DI BANGUN ATAUPUN DIPERBAIKI. ..Miris sekali melihat pemerintahan kabupaten Batanghari yang  sama sekali tidak ada niat untuk membangun infrastruktur yang rusak.

Bertolak belakang dengan masa pemerintahan Bupati Fattah yang nyata terlihat ada pembangunan infrastruktur, seperti dibangunnya beberapa jembatan  dari jembatan kayu menjadi jembatan permanen.  tapi sejak pemerintahan sekarang bupati Syahirsyah terkesan tidak peduli, kelihatan asyik sendiri dengan jabatannya saja. Duduk enak di kursi empuk tak peduli masyarakatnya susah karena insfrastruktur jalan maupun jembatan yang mulai putus ke desa- desa tersebut.

Untuk memasuki desa tersebut di atas ada alternatif jalan lain,  yaitu melalui Simpang Rantau Gedang, Kecamatan Mersam yang lebih dekat masuk ke arah Desa Sungai Ruan Ilir tapi sekarang tidak bisa dilalui karena  kondisi jembatannya juga sudah rusak parah.

“Masih enak jaman Pak Fattah,  kalau beliau masih memimpin pastilah jembatan ini sudah diganti dari jembatan kayu menjadi jembatan permanen seperti jembatan di Ulu itu tapi sekarang apo itu bupati Syahirsyah tuh dak nian beliau mau nengok-nengok keadaan jembatan ko apolagi nak dibaekin subuh hari dakdo jugolah nyesal aku milih dio tuh”ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Entahlah apakah Bupati sekarang tergerak hatinya untuk segera mengatasi insfrastruktur jalan maupun jembatan yang rusak parah yang menghubungkan desa ke desa untuk mempercepat pembangunan desa – desa yang ada di Kabupaten Batanghari sesuai instruksi dari pemerintahan pusat sehingga dana ADD yang digelontorkan oleh Pemerintahan Pusat untuk pembangunan desa – desa dengan insfrastruktur jalan dan jembatan yang bagus tidak menjadi mahal dan pembangunan desa akan maksimal. (Mustopa).

Satu tanggapan untuk “Syahirsyah Sang Bupati yang “ACUH” terhadap Rakyatnya

  • 26/12/2017 pada 13:53
    Permalink

    Menunggu keajaiban agar jembatannya bagus

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *