Suasana Ramadhan, Warga Tolak dan Pertanyakan Izin Operasi Pasar Malam di Lingkungan Masjid

Tanjung Jabung Timur – Dua malam belakangan, sejumlah warga di Kelurahan Nipah Panjang II Kecamatan Nipah Panjang mempertanyakan terkait adanya kegiatan pasar malam yang beroperasi di lingkungan area Masjid apalagi dalam suasana bulan Ramadhan.

Salah satunya Heli Januardi yang menolak adanya kegiatan pasar malam tersebut.
Menurut Heli Januardi yang juga seorang Ustadz dan kerap menjadi Imam Masjid serta pencemarah di dalam kegiatan agama itu, pasar malam ini dinilai telah merusak nuansa Ramadhan di kampung halaman kita. Biasanya kita masih mendengar suara anak-anak di Masjid pada saat sholat Teraweh, sekarang tidak, anak-anak lebih memilih ngumpul di pasar malam, terkadang bahkan orang tua pun yang harus mendampingi anak-anak mereka untuk ke pasar malam, apalagi pasar malamnya buka dari maghrib sampai malam, selain itu lalu lintas sangat terganggu.

” Seharusnya kita warga Nipah Panjang tidak mendukung atau pun mengizinkan pasar malam seperti ini, apalagi bukanya di tengah malam bulan Ramadhan, sungguh miris, “ujar Heli.

Kalau kita membiarkannya saja atau acuh tak acuh, orang melaksanakan ibadah, sementara mereka yang notabene bukan orang kampung kita dan membuka permainan pada saat orang ibadah. Saya kira semua warga tidak setuju apalagi pedagang-pedagang kita yang berada di sini.
“Dari tahun kemarin warga dan pedagang asli Nipah sudah menolak, kalau mau buka di tempat lain silahkan asal jangan di area pasar, apalagi tidak ada izin, tadi saya sudah konfirmasi ke Pak Camat, kata beliau sudah ditangani Lurah dan akan turun ke lokasi sepulang dari Safari Ramadhan, “sambung Heli.

Hal senada juga dituturkan M.Basir selaku RW setempat, yang mempertanyakan terkait izin beroperasi pasar malam tersebut sementara pihak pasar malam tidak ada sama sekali permisi atau koordinasi.
” Saya juga tidak tahu dari mana izinnya, bukan tahun ini saja tahun kemarin juga sama, yang dinilai tidak menghargai dan tidak permisi, “ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Nipah Panjang II, Santoso Toyib, saat dikonfirmasi ( 21/5 ), membenarkan dengan adanya kegiatan pasar malam di area lingkungan Masjid, sementara izinnya tidak ada, menanggapi hal itu pihaknya akan turun ke lokasi untuk memberikan teguran dan meminta agar tidak ada lagi kegiatan pasar malam di lingkungan Masjid.
” Saya tidak tahu siapa yang memberi izin, yang jelas itu tidak ada izinnya, kami sudah turun ke lokasi untuk memberi himbauan, pokoknya malam ini tidak ada lagi kegiatan, apabila masih membandel kami akan bertindak tegas untuk menertibkan, “tegasnya.

Melihat pasar malam yang masih beroperasi dan menurut informasi yang diperoleh, Media NUSANTARA NEWS turun ke lokasi ( 21/5, Senin malam ). Dari informasi yang didapat dari pihak pasar malam, benar mereka beroperasi tanpa izin cuma berdasarkan izin lisan ketua RT, dan membenarkan adanya pihak Kelurahan yang turun ke lokasi memberi himbauan.

Alasan mereka kenapa masih buka pasar malam, mereka rencananya beroperasi cuma seminggu, dan sudah koordinasi dengan RT untuk berupaya secepatnya diurus izin, selain itu mereka beralasan ini bukan pasar malam, melainkan Bazar atau pasar murah, menurut salah satu anggotanya kalau pasar malam identik dengan perjudian.

” Iya, Kami akui ini tidak ada izin cuma izin melalui RT secara lisan, besok kami akan berkoordinasi dengan RT, selanjutnya kepihak-pihak terkait untuk mengurus izin, dan kami siap mengikuti aturan yang berlaku, “ujarnya”.

Camat Nipah Panjang, Kamaruddin, saat dikonfirmasi melalui whatsapp ( 22/5 ), menanggapi, bahwa sudah jauh hari sebelum ramadhan sudah diingatkan semua jangan ada kegiatan pasar malam.
” Akan saya tertibkan dan saya sudah koordinasi dengan pihak keamanan untuk penertibannya, “jawab Camat singkat.   ( Doni Riyadi ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *