PT. Kemilau Nur Sian Kerjakan Proyek Jalan Pakuure-Sapa Asal Jadi

Minsel – PT. Kemilau Nur Sian sebagai perusahan yang dinyatakan oleh PUPR Kabupaten Minahasa Selatan sebagai perusahan yang memenangkan tender proyek pekerjaan Peningkatan struktur jalan Desa Sapa-Desa Pakuure, mulai dari perkerasan sirtu ke AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) dengan nomor kontrak 08/kontrak/ppk-bmpupr/VI/2017 dengan nilai anggaran yang cukup fantastis yaitu Rp.8.278.200.000,-

Pekerjaan yang dinilai asal-asalan ini mengakibatkan kerugian negara, sehingga wargapun menyorot pekerjaan tersebut. Proses pengerjaan jalan tersebut sejak awal sudah ada tanda-tanda ketidakberesan karena titik nolnya berpindah-pindah dan dalam proses pengerjaannya sudah berapa kali diperbaiki tapi tidak kunjung selesai sesuai standar Bina Marga dan dinilai asal-asalan. Bapak Jerry: “Seharusnya jalan ini sudah bisa dipakai sepenuhnya, sehingga masyarakat tidak kesulitan mengeluarkan hasil pertanian mereka dari kebun,” kata bapak satu anak ini. “Dorang da beking ini jalan cuma asal jadi alias abal-abal” tambah bapak Rocky kepada wartawan NusantaraNews.

Dalam pengerjaan jalan seperti ini PT. Kemilau Nur Sian tidak melakukan banyak hal, dalam proses pengerjaan jalan ada metode yang harus dilakukan sesuai spesifikasi, seperti :

➩ Persiapan mobilisasi atau dan demobilisasi
➩ Pembentukan badan jalan dan Pemadatan tanah
➩ Gelar batu Sub Basecourse lalu di padatkan
➩ Gelar Base course kemudian dipadatkan
➩ Cor Prime Coat
➩ Gelar aspal hotmix type AC-BC
➩ Cor tack coat
➩ Gelar Aspal Hotmix AC-WC
➩ Pemadatan finishing pekerjaan
Untuk spec disesuaikan dengan volume kendaraan yang akan melintasi jalan.
Berikut ini penjelasannya:

1. Persiapan mobilisasi atau demobilisasi.

Tahap awal dalam proyek pengaspalan adalah mobilisasi atau mendatangkan alat-alat berat,setelah selesai pekerjaan, alat-alat berat ini dikembalikan lagi atau demobilisasi.

Alat-alat berat dalam proyek pembuatan jalan diantaranya :Exavator,Tandem Roller,Double drum,Vibrator Roller,Motor Grader,Ashpalt Finisher,Baby Roller,Peuneumatic Roller dll.
Pengangkutan sampah bekas pengaspalan juga masuk dalam pekerjaan Demobilisasi.

2. Pembentukan badan jalan dan pemadatan tanah.

Langkah selanjutnya adalah Pekerjaan pengukuran dan pembuatan badan jalan lalu dipadatkan menggunakan mesin Vibrator Roller. Pekerjaan ini dinamakan pekerjaan Sub Grade.

Sub Grade adalah tanah dasar di bagian bawah lapisan perkerasan jalan, lapisan ini bisa berupa tanah asli yang dipadatkan jika tanah aslinya baik atau tanah urugan yang didatangkan dari tempat lain, atau tanah yang distabilkan dengan Semen atau Kapur kemudian dipadatkan,yang terpenting untuk lapisan Sub Grade adalah tanah harus bersih dari Sampah,akar dan Rumput.

Perlu diingat bahwa kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar.
Minimal Nilai CBR untuk Pemadatan Subgrade menurut Departemen Pekerjaan Umum (DPU)
adalah 5%

3. Pekerjaan Sub Base course dan pemadatan.

Setelah tanah lapisan Sub Grade memenuhi standar kepadatan,Maka di mulailah pekerjaan penghamparan Batu Sub base course atau Lapisan pondasi bawah.

Lapisan Sub base course adalah bagian lapisan pada konstruksi jalan yang terletak antara Lapisan pondasi atas dan Sub Grade.
Fungsi Utama Lapisan ini adalah :
1. Bagian konstruksi jalan yang menyebarkan beban roda ketanah dasar.
2. Mengurangi tebal lapisan diatasnya yang lebih mahal.
3. Lapisan peresap agar air tidak terkumpul di pondasi.

Material terbaik Sub Base yaitu Batu lime stone,Batu Macadam Jumbo,Batu pecah.

Material Sub Base
Proses pengamparan batu Sub Base
Pertama membuat patok-patok yang kuat untuk menentukan ketebalannya biasanya tebal Sub Base adalah 30 cm,kemudian mendatangkan material sub base course kelapangan lalu dibuat dulu kepalanya yaitu antara patok kanan dan patok kiri,setelah ada dua kepala lalu disebarkan material seluruhnya pada area antara kepala satu dan kepala yang lainnya,untuk volume yang luas bisa menggunakan Exavator agar pengerjaan lebih cepat.

Prinsip pemadatan dimulai dari pinggir dan dari yang rendah ke area lebih tinggi untuk perataan menggunakan Motor grader dan pemadatannya menggunakan Tandem Roller, setelah pemadatan terlihat cukup menurut pelaksana dan direksi baru dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

4. Gelar Batu Base course dan pemadatan.

Base course adalah bagian dari konstruksi jalan yang terletak diantara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan.
Fungsi utama base course.
1. Bagian perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda serta menyebarkan beban ke lapis dibawahnya.
2. Bantalan terhadap lapis permukaan.

Bahan lapis pondasi atas terbaik adalah campuran 70% batu pecahan berwarna abu keputihan ukuran 5cm,dan 30% lagi campuran abu batu atau pasir ini yang dinamakan Base course type A.

Proses penghamparan Base Course.
Pada prinsipnya penghamparan Base course sama saja dengan uraian penghamparan Sub base course yaitu:
➾ Permukaan sub base course harus sudah rata dan padat.
➾ Dipasang patok patok untuk mengukur ketebalan biasanya tebal base course adalah 15 cm.

Pemadatan.
Setelah base course terhampar dengan rata barulah dipadatkan dengan mesin Tandem Roller,jika pada saat dipadatkan masih terlihat rendah atau tinggi bisa di tambah atau dikurangi.Setelah semuanya kelihatan rata kemudian dipadatkan kembali menggunakan mesin Tire Roller sambil di siram dengan air.

5. Pengecoran Aspal Prme Coat (Lapis resap pengikat)

Prime coat adalah lapis ikat yang diletakkan diatas lapis pondasi agregat.

Bahan lapis resap pengikat umumnya adalah aspal dengan penetrasi 80/100 atau penetrasi 60/70,yang dicairkan dengan minyak tanah .Volume yang digunakan antara 0,4 sampai dengan 1,3 liter/m2.

Pengecoran Prime coat

Fungsi dari lapis resap pengikat adalah :
➤ Untuk memberikan daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan campuran Aspal.
➤ Mencegah lepasnya butiran lapis pondasi agregat jika dilewati kendaraan sebelum dilapis dengan aspal.
➤ Menjaga lapis pondasi agregat dari pengaruh cuaca yang dapat merusak struktur kerusakan jalan.

Proses Pengecoran lapis resap pengikat
Pemasngan Lapis resap pengikat menggunakan alat Ashpalt distributor berupa truck atau kendaraan lain yang dilengkapi dengan Aspal,pompa dan batang penyemprot,umumnya truck dilengkapi pemanas untuk menjaga temperatur aspal.
untuk daerah yang sulit di capai dengan penyemprot dapat menggunakan penyemprot tangan (Hand sprayer)

Sebelum dilakukan penyemprotan terlebih dahulu lahan harus bebas dari kotoran dan debu.penyemprotan dilakukan secara merata sepanjang jalan.

Setelah selesai dengan sempurna perlu menunggu lebih dahulu sebelum di lakukan proses selanjutnya,umumnya prime coat sudah mengering setelah ± 48 jam akan tetapi tergantung cuaca dan panas matahari.

6. Penghamparan Aspal Hotmix type AC-BC tebal minimal 6 cm

Pekerjaan Ashpalt Hotmix baru dapat dilaksanakan apabila prime coat telah memenuhi syarat berikut:
a. Sudah kering
b. permukaan prime coat bersih dari kotoran dan debu.

Penghamparan asphalt hotmix

Sebelum memulai pengamparan Finisher perlu di atur sedemikian rupa supaya mendapatkan ketebalan dan kemiringan yang kita perlukan

Ashpalt hotmix dapat di ampar jika sampai dilapangan panasnya masih memenuhi syarat spesifikasi.jika sewaktu pengamparan di temukan di tempat-tempat tertentu masih kurang rata maka perlu ditambahkan namun cukup dengan tenaga manusia./sbr.kitasipil (onal mamoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *