“Pray For Surabaya, Spirit For Indonesia” Masyarakat Batas Utara NKRI Nyalakan 1000 Lilin

SULUT – Bertema “Pray For Surabaya, Spirit For Indonesia” Stop Radikalisme dan Anarkisme, ribuan masyarakat berbagai tingkat elemen berkumpul bersama dan menyalakan lilin di Monumen Patung Yesus Puncak Bu’i Batu Melonguane, kecamatan Melonguane, kabupaten Kepulauan Talaud atau batas utara NKRI kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) pada Rabu (16/05) 07.00 malam.

Aksi nyalakan 1000 lilin oleh masyarakat tersebut, sebelumnya diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta untuk para korban di Surabaya. Teriakan serempak “Indonesia” untuk semua umat beragama dan masyarakat, baca puisi seorang anak dari gereja Sinode dan diakhiri pembacaan Piagam Porodisa oleh Plt. Bupati.

Adapun itu isi piagam yang dibaca plt Bupati kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange, S.Sos, M.Si adalah sebagai berikut;
a) Kami anak Negeri Porodisa turut berduka cita dengan korban bom teror yang saat ini terjadi dan mengecam keras aksi radikalisme, anarkisme dan terorisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b) Kami anak Negeri Porodisa mendukung pemberantasan paham dan aksi radikalisme, Anarkisme dan Terorisme, mendorong DPR RI segera mengesahkan UU anti terorisme.
c) Kami anak Negeri Porodisa bersedia membela negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika dari paham aksi Radikalisme, Anarkisme dan Terorisme, termasuk di tanah porodisa.
d) Kami anak Negeri Porodisa berjanji menjaga kehidupan antar umat beragama yang rukun dan damai
e) Kami anak Negeri Porodisa bertekad hidup rukun dan damai saling menghormati kebebasan dalam menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinannya dalam bingkai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika Negara Kesatuan Republik Indonesia

Usai pembacaan Piagam tersebut, dilanjuti dengan pengesahan melalui penandatanganan Piagam Porodisa langsung oleh plt Bupati Kabupaten kepulauan Talaud diakhiri dengan doa secara berurutan/berantai, dimulai dari Doa Adat hingga Doa semua agama.
Kegiatan diakhiri dengan menyalakan seribu lilin secara estafet dengan diiringi lagu wajib “Gugur Pahlawanku” secara bersama-sama.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan sejumlah aparat gabungan TNI POLRI diturunkan dalam aksi seribu lilin yang terdiri dari I (satu) SST Polres Kabupaten Kepulauan Talaud, I (satu) SST Kodim 1312/Talaud, I (satu) SST BKO Pam Pilkada Yonif 712 Raider.

Menurut seorang peserta yang namanya tak ingin disebutkan menyampaikan, meski sedih namun bisa membangkitkan semangat bersama tolak paham Radikalisme, Anarkisme dan Terorisme.
“Suasana kegiatan berlangsung damai tapi membuat masyarakat sedih juga. Walau begitu bisa membangkitkan semangat untuk kami bersama-sama menolak Radikalisme, Anarkisme dan Terorisme,” katanya.

Selain plt Bupati, aksi damai seribu lilin juga dihadiri Kapolres Talaud AKBP Marojahan Denny Irawan Situmorang SIK, Danlanal Melonguane Letkol Mar Augustinus Purba SE, Dandim 1312/Talaud Letkol Arm Gregorius Eka Setiawan SE, Anggota Komisi I DPRD Godfried R.Timpua, Assiten III Pemkab Talaud Alfed Djodi Tasiringan BSc SPd, MM, Obi Selang mewakili Kajari Kabupaten Kepulauan Talaud, Welly Titah Calon Bupati dan para tokoh adat dan tokoh agama.
(vendry/Pendam XIII/Mdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *