Polres Minahasa Ungkap Kasus Narkoba Jenis Shabu 0.14 Gram

MINAHASA – KEPOLISIAN Resor (Polres) Minahasa mengungkap kasus tindak pidana narkotika yang disangkakan kepada pria berinisial IW alias Indi warga Tondano Selatan, ditangkap atas kerjasama dengan BNN provinsi Sulawesi Utara pada Selasa 01 Mei 2018 pukul 08.00 WITA.

Kapolres Minahasa AKBP Christ Reinhard Pusung SIK menjelaskan bahwa tersangka IW ditangkap anggota kepolisian di kediamannya di wilayah Tondano Selatan, usai mendapat informasi masyarakat.

“Setelah mendapat informasi masyarakat, Anggota Sat Res Narkoba Polres Minahasa bekerjasama dengan Anggota BNNP Sulut menuju ke Paleloan, kecamatan Tondano Selatan, kabupaten Minahasa. Dimana lokasi atau tempat kejadian tersebut merupakan tempat tinggal tersangka IW selanjutnya dilakukan penggeledahan,” kata Kapolres Pusung didampingi Kasat Res Narkoba AKP Marthen Manginsihi saat jumpa pers di ruang pertemuan Mapolres Minahasa, Tondano, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (11/05) siang.

Alhasil, kata Kapolres, tersangka bersama barang bukti berupa Narkoba sebanyak 1 (satu) paket jenis shabu terbungkus kertas plastik putih/transparan yang ditemukan di kediamannya.

“Sekarang tersangka terbukti memiliki barang narkoba jenis shabu berbentuk kristal dengan berat 0.14 gram dan telepon genggam diamankan di Mapolres Minahasa guna dilakukan penyidikan ke tahap selanjutnya,” pungkasnya.

Kapolres menandaskan bahwa tersangka IW tersebut sudah sekian kalinya ditangkap anggota kepolisian. Seperti kita ketahui bersama bahwa tersangka/residivis ini sudah yang ketiga kalinya ditangkap aparat kepolisian daerah. Setelah bebas ditangkap kembali anggota Reserse Polres Minahasa dengan kasus yang sama yakni penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang,” terangnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka diancam dengan hukuman penjara 4 s/d 12 tahun penjara dan denda milyaran rupiah sesuai undang-undang (UU) Narkotika yang berlaku.

“Tersangka Indi akan kita sangkakan dengan ancaman hukuman pidana atau kurungan badan paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 8 milyar sesuai UU Narkotika 35 Tahun 2009,” tandasnya.
(vendry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *