Panglima TNI Tegaskan Pendidikan Penting Bagi Umat di Dunia Maupun di Akhirat

SULTENG – PANGLIMA TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP menegaskan, Pendidikan bagi umat sangat penting. Tidak hanya dalam menghadapi kehidupan di dunia namun juga sebagai bekal di akhirat.

“Umat Islam yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas adalah umat yang sesungguhnya diinginkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam,” kata Panglima TNI mewakili Presiden RI dalam acara Ulang Tahun Haul Akbar Guru Tua Ke-50 di Pasantren Alkhairaat di jalan Sis Al-Jufri, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (30/06).

Al-Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri yang akrab dengan panggilan Guru Tua kata Panglima, bahwa dalam mengabdikan seluruh hayatnya, untuk mendidik umat dalam memberantas kebodohan dan keterbelakangan sangat berarti dan merupakan jasa yang akan dibalas Allah SWT dengan pahala yang setimpal.

“Beliau benar-benar mengamalkan perintah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk menuntut ilmu semaksimal mungkin selama hayat dikandung badan dengan menyebarkan pendidikan kepada umat yang seluas-luasnya,” terang Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Sus Taibur Rahman melalui Pendam XIII/Merdeka dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Terkait perjuangan, Marsekal TNI mengajak agar seluruh umat untuk meneruskan perjuangan yang telah dilakukan Al-Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri. Selain itu, dikatakannya bahwa Guru Tua telah banyak meninggalkan warisan besar yang berharga, seperti lembaga pendidikan Islam Al-Khairaat yang telah mengukir prestasi mengagumkan. “Mulai dari sebuah sekolah sederhana berkembang menjadi ribuan sekolah dan madrasah,” ujarnya.

Disampaikan pula bahwa dewasa ini tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin konflik dan dituntut untuk memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, dimana mampu menghadapi dan memenangkan persaingan secara global. “Bila umat tidak siap dalam menghadapi kompetisi global tersebut maka kita hanya akan menjadi penonton atau bahkan menjadi bulan-bulanan negara maju. Upaya tersebut tidak dapat dilaksanakan bila kita tidak menyadari betapa pentingnya persatuan dan kesatuan. Bila kita bersatu maka stabilitas yang dibutuhkan untuk membangun akan terwujud. Tidak ada negara yang maju pembangunan tanpa stabilitas nasional,” tandasnya.

Selain Panglima TNI, Ulang Tahun Haul Akbar Guru Tua tersebut dihadiri pula oleh Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian Ph.D, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono SIP, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko MDA, Kabais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranatakusumah, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Madsuni SE, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Kapolda Sulteng Irjen Pol I Ketut Argawa, Asops Kapolri Irjen Pol Drs Deden Juhara, Komandan Korps Brimob Irjen Pol Rudi Sufahriadi, Ketua Utama Alkhairaat H.S Saggaf bin Muhammad Aljufri MA, Ketua Ponpes Alkhairaat Tanggerang KH. Ubaidillah Hamdani, Ketua Ponpes Alkhairaat Semarang HS. Muhammad Ridho Assegaf dan Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola MSi serta 25.000 jemaat se-wilayah Sulawesi Tengah.

(vendry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *