Ombudsman RI Sumut : Terkait Viral Tabung Oksigen Kosong di RS Prinadi Diduga Ada Maladministrasi

Ombudsman RI Sumut : Terkait Viral Tabung Oksigen Kosong di RS Prinadi Diduga Ada Maladministrasi

Spread the love

 3,355 total views,  2 views today

 

Medan – OmbudsmanPerwakilan Sumatera Utara (Sumut) menyatakan ada maladministrasi dalam kasus pasien meninggal akibat tabung oksigen diduga kosong di RS Pirngadi. Ombudsman pun meminta Pemko Medan melakukan sejumlah perbaikan.

“Jadi dalam LAHP tersebut ada beberapa poin penting yang menurut kami yang harus dilakukan oleh terlapor RS Pirngadi ataupun Pemko Medan. Kami menemukan maladministrasi dalam kasus dugaan kasus meninggalnya pasien yang diduga akibat tabung oksigen tersebut,” kata Kepala Ombudsman Sumut Abyadi Siregar di Medan, Jumat (11/6/2021).

Abyadi mengatakan maladministrasi itu terkait kalibrasi peralatan medis. Dia mengatakan regulator tabung oksigen di RS Pirngadi tidak pernah dikalibrasi sejak 2018.

“Kami melihat ini konteks peralatan medis yang hasil pemeriksaan kami bahwa ternyata memang tidak pernah dilakukan kalibrasi atau uji terhadap regulator atau flow metertabung oksigen yang digunakan sejak 2018 sampai 2021. Tahun 2021 memang sudah diajukan proses pengujian kalibrasi, tapi item tentang regulator atau flow meter itu nggak ada item-nya,” sebut Abyadi.

Abyadi menyarankan Pemko Medan segera memperbaiki masalah tersebut.Dia mengatakan RS Pirngadi harus berbenah untuk keselamatan pasien.

“Ini menjadi penting. Karena apa, karena bahwa kalibrasi atau uji alat kesehatan ini salah satu unsur penting dalam keselamatan pasien. Kita sampaikan saran ke Pemko Medan untuk melakukan proses perbaikan ini ke depan,” ucap Abyadi.

Bobby Janji Perbaiki RS Pirngadi

Wali Kota Medan Bobby Nasution menerima langsung laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP) Ombudsman Sumut terkait viral tabung oksigen diduga kosong di RS Pirngadi yang berujung pasien meninggal. Bobby mengatakan ini merupakan kedua kalinya dia datang ke Ombudsman gara-gara masalah bidang kesehatan di Medan.

“Tadi telah disampaikan beberapa poin oleh Kepala Ombudsman dan ini kedua kalinya saya sampaikan kepada Kepala Ombudsman, dua kali saya datang ke Ombudsman dalam kurun waktu kurang dari 4 bulan saya menjadi Wali Kota Medan dan dua-duanya saya datang ke sini permasalahan tentang medis dan ini menjadi catatan yang sangat besar bagi saya kepada pelayanan medis yang ada di Kota Medan mulai dinas kesehatan sampai dengan manajemen dari RSUD Pirngadi,” kata Bobby.

Bobby mengatakan dirinya dan Ombudsman telah membahas secara detail soal maladministrasi RS Pirngadi. Dia mengatakan hal itu menjadi koreksi bagi Pemko Medan.

“Kita bukan berbicara atau Ombudsman bukan masuk kepada penyebab kematian, tapi bagaimana temuan adanya maladministrasi di RSUD Pirngadi tentang lambatnya atau belum terlaksanakan kalibrasi, terakhir disampaikan 2018. Ini menjadi koreksi besar bagi saya kepada manajemen karena dari awal sudah saya sampaikan kepada Pirngadi bagaimana pelayanan medis kita di tengah pandemi COVID-19 ini mencerminkan yang lebih baik,” sebut

Bobby menyebut telah meminta manajemen RS Pirngadi memanfaatkan anggaran yang tersedia untuk melakukan perbaikan. Dia meminta anggaran dipakai secara terukur.

“Sudah saya sampaikan, anggaran yang dimiliki tolong jangan dibuang secara tidak berguna, tolong kekurangan kita di RSUD Pirngadi ini dilihat, kalau memang di SDM, tolong anggaran difokuskan ke sana. Kalau memang fasilitas alat-alat kesehatan, fokuskan ke sana. Yang rusak diganti, yang rusak ringan diperbaiki, ini sudah saya sampaikan bagaimana fasilitas ini bisa kita perbaiki. Namun hari ini masih terdapat beberapa kejadian yang sangat merugikan masyarakat kita, yang merugikan RS Pirngadi. Ini akan menjadi teguran keras ke depannya bagi manajemen karena sudah ada juga LAHP dari Ombudsman. Mudah-mudahan ini menjadi koreksi terkhusus bagi Pemerintah Kota Medan melalui fasilitas kesehatannya, yaitu RSUD Pirngadi,” ucap Bobby.

 

RS Pirngadi Membantah Masalah Tabung Oksigen

Kasus soal tabung oksigen diduga kosong ini berawal dari video viral yang menunjukkan tabung oksigen diberikan kepada seorang pasien yang sedang sekarat. Pasien itu disebut meninggal karena keterlambatan mendapatkan oksigen.

Pejabat Humas RS Pirngadi Medan, Edison, membenarkan peristiwa dalam video itu terjadi di RS Pirngadi. Namun dia membantah tabung oksigen yang diberikan kepada pasien itu kosong.

 

“Nggak benar kosong, kita sudah bantah. Kita sudah lapor polisi tentang bahasa konten itu dibilang tabung gas kosong,” kata Edison.

 

Direktur RS Pirngadi Suryadi Panjaitan juga telah menjawab masalah kalibrasi regulator tabung oksigen tersebut. Dia menjamin peralatan medis di RS Pirngadi selalu sesuai standar.

 

“Tidak ada. Kami tetap melakukan itu dengan pengawasan yang betul. Kami kan ada instalasi khusus untuk itu yang selalu pengawasan untuk itu,” kata Suryadi Panjaitan setelah dimintai keterangan pihak Ombudsman Sumut di Medan, beberapa hari yang lalu. (Solahuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.