Ngeriiii Nian Sejarah Jambi Berubah Yang Dulunya Angsa Menjadi Bebek

Kota Jambi –  3,5 Milyar anggaran digelontorkan untuk merenovasi Tugu Monas Kota Jambi menjadi Tugu Keris Siginjai, jika anda melakukan perjalanan dari arah selatan dan utara memasuki areal perkantoran pemerintahan Kota Jambi akan terlihat tugu sebagai salah satu symbol sejarah kota jambi.

Gambar Design

Pembangunan tugu jam kota Jambi atau disebut juga tugu monas kota Jambi dilakukan pada masa Zainir Havis sebagai Walikota Jambi saat itu di tahun 1972 – 1983, yang tahun itu juga dilakukan pembangunan kantor Walikota Jambi dan posisi tugu tersebut berada di tengah jalan di depan kantor Walikota yang menjadi bundaran jalan dan juga sebagai titik nol Kota Jambi, cantik terlihat posisi tugu tersebut. Setiap Walikota yang memimpin kota Jambi jika ingin pergi ke kantornya selalu melihat dan melewati tugu itu yang menjadi sejarah kota Jambi begitu juga dengan Sy Fasya yang sekarang menjabat sebagai Walikota Jambi dan cikal bakal perubahan sejarah Kota Jambi dengan merubah Tugu Jam atau Tugu Monas Kota Jambi seperti gambar design terlampir diatas.

 

Sy Fasha Walikota Jambi mempunyai ide yang cemerlang dengan merubah Tugu Sejarah Kota Jambi seperti design gambar di atas, cantik terlihat dari design gambar tersebut, maka itu dianggarkanlah dana sebesar Rp 3.500.000.000,- yang masuk anggaran tahun 2017, kemudian dilakukan lelang dengan nama lelang PEMBANGUNAN TUGU KERIS SIGINJAI dengan nilai HPS Rp 3.499.915.000,- sungguh fantastis dan ada yang aneh dengan nama lelang tapi pekerjaannnya RENOVASI sesuai design gambar di atas.

Akhirnya lelang ini dimenangkan oleh PT BUMI DELTA HATTEN dengan tawaran harga Rp 3.448.397.000,- selisih dari nilai HPS kurang lebih 1,47%, pintar sekali dan tepat tawaran kontraktor yang memenangkan lelang tersebut. Dan ada lagi yang unik dari lelang yang dilakukan Pemkot Kota Jambi yang diikuti hanya 3 rekanan yaitu PT BUMI DELTA HATTEN, PT ROGANTINA JAYA SAKTI dan PT NUGRAHA TYAGASUPALA. Perusahaan pemenang tender PT BUMI DELTA HATTEN dan dua perusahaan dinyatakan gugur dengan alasan tidak melengkapi Dokumen Penawaran Teknis yang menjadi syarat tender.

Dalam Perkembangan pembangunan Tugu Keris Siginjai yang awalnya sudah menuai masalah dan protes dari kalangan masyarakat Kota Jambi ternyata terbukti dari hasil katanya PEMBANGUNAN TUGU KERIS SIGINJAI TAPI TIDAK SEPERTI DIHARAPKAN DAN BERKESAN INGIN MERUBAH SEJARAH KOTA JAMBI, yang terlihat dari Symbol ANGSA menjadi BEBEK seperti gambar di atas.

 

Walaupun angsa melahirkan bebek tapi tetap diresmikan oleh Walikota Jambi Sy Fasya ada apa ini sampai harus tetap di resmikan, APAKAH SY FASHA TIDAK MELIHAT ATAU TUTUP MATA DENGAN PEMBANGUNAN TUGU YANG TELAH BERUBAH SYMBOLNYA?

Siapa yang harus bertanggung jawab  ?Proyeknya berjudul pembangunan tetapi pekerjaannya renovasi tugu. Jelas yang harus bertanggung jawab adalah Dinas PUPR Kota Jambi, karena semua pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan tidak terlepas dari Dinas PUPR Kota Jambi. Kepala Dinas PUPR Kota Jambi bertanggung jawab dengan pembangunan tersebut dan melaporkan progressnya  kepada Walikota Jambi.

Apa kerja Kepala Dinas PUPR Kota Jambi sehingga pembangunan tugu tidak sesuai dengan design dan terkesan MERUBAH SEJARAH KOTA JAMBI, apakah Kadis dan team tidak mengawasi pembangunan tersebut sehingga melenceng dari gambar dan apakah ada permainan dengan kontraktor yang mengerjakannya.  Pertanyaan yang susah terjawab, hanya mereka yang bisa menjawabnya  dan ,”APAKAH ADA UNSUR KESENGAJAAN KEPALA DINAS PUPR KOTA JAMBI INGIN MENJATUHKAN WALIKOTA JAMBI SY FASHA DI MASYARAKAT JAMBI YANG AKAN MENCALONKAN DIRI KEMBALI MENJADI WALIKOTA JAMBI PERIODE BERIKUTNYA SEHINGGA MASYARAKAT JAMBI HILANG KEPERCAYAANNYA TERHADAP INCUMBENT?,…Entahlah misteri yang susah terungkap”, Hati-hati musuh dalam selimut.

Wartawan NusantaraNews mencoba untuk meminta penjelasan dari pihak Dinas PUPR Kota Jambi mengenai keresahan masyarakat atas hasil pembangunan yang tidak sesuai dari design,  tapi hanya kekecewaan yang didapat karena Kabid yang berwenang tidak ada di tempat. (Ki Anom Ahmadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *