Masyarakat Minsel Menjerit, Gubernur Sulut Jangan Hanya Fokus di Daerah Pilkada !! Jalan Walepongkor Longsor, Tanggung Jawab Siapa ?

Minsel – Sangat memprihatinkan, ruas jalan yang menghubungkan beberapa desa di Minahasa Selatan tepatnya antara desa Powalutan dan desa Mopolo atau disebut warga jalan Walepongkor.

Jalan tersebut beberapa hari yang lalu  longsor, sehingga melumpuhkan perekonomian dan aktifitas warga baik pelajar maupun pegawai. Hal ini sempat menimbulkan banyak tanda tanya dari masyarakat karena baik dari pemerintah Propinsi Sulawesi Utara maupun pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan saling melempar tanggung jawab untuk menangani bencana alam longsor tersebut.

Jalan yang sempat tertutup oleh material tanah dan bebatuan itu sempat melumpuhkan segala aktifitas masyarakat setelah beberapa hari kemudian akhirnya alat berat dari Dinas PUPR Propinsi Sulut diturunkan untuk membantu menyingkirkan material yang menutupi badan jalan.

Masyarakatpun menyayangkan hasil dari pekerjaan tersebut karena hanya satu hari alat berat bekerja, alat tersebut langsung dipulangkan, sedangkan pekerjaan tidak rampung atau tidak sesuai dengan keinginan masyarakat yaitu dituntaskan sampai kelihatan aman untuk dilalui masyarakat.

Saat ini jalan tersebut tertimbun kembali oleh material tanah longsor sehingga kendaraan pun susah untuk melaluinya. Kajadian longsor susulan tersebut disebabkan karena saat alat berat melakukan pekerjaan waktu yang lalu tidak sampai tuntas. “Itu jalan dorang cuma asal jo kase bersih kong nyanda kelar alat so kase pulang akhirnya torang masyarakat yang siksa” kata salah satu warga Mopolo bapak Berty Lumi kepada wartawan NusantaraNews lewat media sosialnya.

Hal senada dikatakan juga oleh tokoh masyatakat desa Powalutan yang tidak mau namanya dipublikasikan bahwa Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey hanya sibuk turun lapangan di daerah pilkada. “OD cuma sibuk dengan daerah Pilkada, sedangkan torang so batariak minta perhatikan ini jalan cuma acuh tak acuh,”kata tokoh masyarakat tersebut.

Menjadi pertanyaan warga bahwa siapa sebenarnya yang bertanggung jawab untuk menurunkan alat berat serta personilnya untuk membersikan ruas jalan yang sudah tertutup tanah akibat longsor.
Saat ini masyarakat tersiksa dan tidak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapa. Apalagi banyak orang tua dan anak – anak yang sibuk mengurus pendaftaran sekolah dan kuliah.

Masyarakatpun tidak memperhitungkan lagi resiko yang nantinya akan mereka alami karena mau tidak mau harus melalui jalan tersebut. (onal_m)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *