Limbah PT. Global Coconut Bau Busuk, Warga Minta Bupati CEP Evaluasi Kinerja DLH

Minsel – Bertepatan hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada tanggal 6 Juni 2018 NusantaraNews melakukan investigasi di kawasan PT. Global Coconut, selama kurang lebih 1 jam mengitari perkampungan Desa Radey dimana desa ini adalah tempat berdirinya pabrik tepung kelapa milik PT.Global Coconut.

Hasil dari investigasi tersebut NusantaraNews menemukan sebuah kubangan yang ternyata limbah dari PT. Global Coconut. Dari jarak kurang lebih 200 meter saat NusantaraNews berjalan memasuki perkebunan warga sudah tercium aroma tidak sedap alias bau busuk yang menyengat.

Informasi yang diterima oleh wartawan NusantaraNews dari masyarakat setempat bahwa lokasi tersebut adalah milik salah satu oknum anggota kepolisian dan yang mengangkat limbah tersebut juga adalah mobil dari oknum polisi. Diduga kuat bahwa pembuangan limbah tersebut disengaja . Pantauan NusantaraNews di sekitar kubangan pembuangan limbah tersebut semua rumput mati dan menimbulkan bau busuk.

Saat dikonfirmasi kepada pihak PT.Global Coconut terkait pembuangan limbah bukan pada tempatnya, staf yang menangani tentang limbah tidak ada di tempat menurut security. “Ya bapak yang ja urus tu limbah nyanda maso kerja” kata seorang security yang lagi berdinas di pintu masuk

Kejadian tersebut sontak saja membuat masyarakat sekitar merasa terganggu akibat bau busuk dan masyarakatpun meminta agar  bupati Christiany E. Paruntu (CEP) untuk mengevaluasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup Minahasa Selatan karena dinilai tidak mampu dan tidak tanggap atas kejadian-kejadian yang berkaitan dengan limbah. Salah satu masyarakat yang tidak mau namanya ditulis mengatakan bahwa mereka sangat tersiksa dengan bau busuk limbah terdebut, pernyataan ini di iyakan oleh tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh di Desa Radey yang namanya tidak ingin ditulis.

Beberapa warga sekitar juga mengatakan kepada NusantaraNews bahwa pihak DLH Minsel tidak mampu memecahkan permasalahan limbah ini. Contoh saja hasil dari pembuangan limbah milik PT. Global Coconot di sungai Tongop sampai saat ini tidak dipublikasikan dan tidak ada tindakan terhadap perusahan tersebut padahal sudah mengakibatkan ikan-ikan mati kata bapak James warga setempat.

Hal ini kalau dibiarkan Dinas Lingkungan Hidup Minahasa Selatan akan berakibat fatal bagi ekosistem yang ada apa terlebih dampak terhadap manusia yang bisa menimbulkan infeksi saluran pernapasan. (onal mamoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *