Lazuardi Ajarkan Anak-Anak Cara Mengelola Keuangan Bersama Pakar Ligwina Hananto

Lazuardi Ajarkan Anak-Anak Cara Mengelola Keuangan Bersama Pakar Ligwina Hananto

Spread the love

 216 total views,  2 views today

Depok- Berbicara tentang pengelolaan uang memang selalu menarik. Jika sebelumnya ilmu tentang perencanaan dan pengelolaan keuangan dipelajari oleh akuntan atau mereka yang memiliki sebuah perusahaan besar, saat ini ilmu perencanaan serta pengelolaan keuangan sangat diminati oleh masyarakat umum bahkan dimulai dari sektor rumah tangga sekalipun.


Keluarga-keluarga muda di Indonesia mulai menyadari pentingnya merencanakan serta mengelola keuangan.
Adalah Ligwina Hananto yang namanya sudah tak asing lagi di dunia perencanaan keuangan. Selain aktif di perusahaannya QM Financial, Ligwina juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya awareness tentang pengelolaan keuangan.

Lewat yayasan yang dibentuknya Ligwina melakukan kampanye Jagoan finansial dimana dia menyasar guru dan orang tua bahkan sampai ke pelosok Indonesia, untuk mengerti tentang pengelolaan dan perencanaan keuangan.

“Target kami guru dan orang tua, agar nantinya mereka dapat mengajarkan kepada anak-anak dan murid mereka.” jelas wina tentang aksinya ini. Dalam acara Quality Time with Parents yang diselenggarakan Lazuardi Global Compassionate School, Sabtu lalu (26/1/2019).

Ligwina memperkenalkan konsep sederhana pengelolaan keuangan MBBM: Menghasilkan Uang, Berbelanja Bijak, Berbagi, Menabung. “Kita selalu diajarkan dan mengajarkan anak tentang menabung, sesungguhnya itu hanya satu unsur dari 4 unsur utama pengelolaan keuangan. Seharusnya 4 unsur MBBM itu diajarkan kepada anak.” Pungkas Wina.

“Konsep pengelolaan keuangan pada anak ini dapat dikenalkan sejak dini mulai dari belajar sorting warna, mengajak anak ke tempat kerja orang tua, mengajak anak belanja bulanan, mengajak anak bersedekah, dan ke bank.” tambahnya.

Dengan konsep pembelajaran project based learning yang berbasis pada siswa, Lazuardi Global Compassionate School memiliki program “Peran Profesi” sejak tingkat TK sampai SMP, hal ini menurut Ligwina juga merupakan salah satu cara belajar Menghasilkan Uang, konsep pertama dalam pengelolaan keuangan.

Selain sekolah mengadakan peran profesi, orang tua juga disarankan untuk mengajak anaknya ke kantor, atau mengunjungi berbagai tempat-tempat edukasi yang membuka wawasan anak sehingga anak tahu tentang berbagai cara menghasilkan uang.

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Yusfina, salah satu guru SD di Lazuardi berbagi pengalaman lucu ketika mengenalkan profesi kepada siswanya. Pada salah satu project di kelas 4 dengan tema Kegiatan Ekonomi, siswa diperkenankan memilih mau jadi karyawan atau pengusaha. Salah satu kelompok siswa yang memilih jadi karyawan, bekerja di sebuah restoran di kawasan dekat sekolah. Untuk mendapatkan pengalaman bekerja dan menghasilkan uang, mereka sudah mempromosikan kepada keluarga untuk datang ke restoran tersebut.

Setelah 1-2 pengunjung datang, restoran agak sepi. Namun usaha siswa tak sampai di situ, mereka beralih tugas menjadi tukang parkir restoran agar tetap mendapatkan uang yang telah mereka targetkan hari itu.

Kejadian lucu ini diakui Wina sebagai salah satu cara mendidik anak tentang cara menghasilkan uang. “Nah dari contoh itu anak-anak merasakan dan menyadari betapa sulitnya mencari uang, maka mereka akan lebih mudah belajar cara belanja dengan bijak. Belajar belanja bijak itu penting karena kita tidak akan menjadi impulsive buyer atau pemboros yang tidak tahu cara menghasilkan uang karena tidak tahu cara berbelanja yang baik.” tandasnya.

Kunci dari pengelolaan keuangan yang baik, menurut Wina bukan sekedar berhemat atau mengurangi belanja -malah, berbelanja itu memiliki peran untuk memperkuat ekonomi negara- melainkan mengatur dengan baik dan seimbang semua kebutuhan kita dengan pendapatan, sedekah dan tabungan atau investasi masa depan.

(Uthe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.