Kurang dari Sehari, Warga Tounelet-Langowan Pelaku Aniaya Diamankan di Mapolres Minahasa

MINAHASA – POLSEK Langowan jajaran Polres Minahasa berhasil meringkus pria berinisial KR alias Ucil (18) warga Tounelet, kecamatan Langowan Barat, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu (14/05) pukul 02.00 dini hari.

Tersangka Ucil ditangkap atas dugaan kasus perbuatan tindak pidana penganiayaan terhadap korban Rendy Kandores (17) warga Paslaten, kecamatan Langowan Barat dengan cara ditikam di bagian perut dan belakang tubuh korban diduga menggunakan senjata tajam (sajam) jenis badik pada Minggu 13 Mei 2018 siang.

Menurut keterangan Kapolsek Langowan AKP Fanny Tumanduk kepada nusantaranews86.com menuturkan kejadian berawal pada Minggu 13 Mei 2018 sekira pukul 02.30 siang, polisi menerima telepon dari pihak rumah sakit (RS) Budi Setia Langowan bahwa, di rumah sakit telah dirawat pasien korban aniaya.

“Mendapat kabar dari Pihak rumah sakit, anggota kami yang dipimpin langsung oleh Wakapolsek Langowan … langsung menuju rumah sakit seperti yang disampaikan. Namun berita dari pihak RS  menyampaikan bahwa pasien atau korban aniaya telah dirujuk ke Rumah Sakit Noongan,” ujar Kapolsek Tumanduk.

Tumanduk melanjut, setelah dilakukan pengecekan di rumah sakit yang dimaksud, anggota kepolisian mendapati korban dalam perawatan pihak rumah sakit dan diketahui bernama lengkap Rendi Kandores Al Sadam.

“Menurut para saksi yang mengantar korban, Asen Waworuntu (saksi I), Jekel Waworuntu (saksi 2) dan saksi yang melihat perkara Rifaldo Kalangi yang kesemuanya berwarga Paslaten menuturkan bahwa pelaku penganiayaan terhadap Rendi (korban) diduga adalah KR alias Ucil cs,” terangnya.

Atas laporan para saksi, polisi langsung melakukan pencarian dan penangkapan terhadap pelaku tersebut. “Pelaku Ucil baru menyerahkan diri dan diamankan pihak kepolisian Minahasa pada Minggu 14 Mei pukul 02.00 dini hari. Kini pelaku kita sangkakan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 351 ayat I KUH Pidana. Sementara korban telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Malalayang, Manado untuk dirawat lebih lanjut,” tandasnya.
(vendry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *