KETUA TP-PKK KOTA MANADO DIPERCAYA JADI KHADIM DI JEMAAT GMIM MALALAYANG

MANADO – USAI dipercayakan Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA menjabat sebagai Penatua Pria Kaum Bapa (PKB) dan menjadi khadim di Jemaat GMIM Elim Malalayang Satu dalam ibadah Tahun Baru 1 Januari 2018 lalu, kini penatua Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA selaku Penatua Wanita Kaum Ibu (WKI) mendapat kesempatan naik mimbar dan memimpin ibadah bersama Jemaat GMIM Elim Malalayang Satu, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu (21/01) pagi.
Penatua Paula, sapaan akrab Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA) diiringi para pelayan khusus (Pelsus) tampak rileks menuju mimbar.
Dalam khotbahnya yang diambil dari Alkitab Daniel 1 ayat 1 sampai 21, Penatua Paula, mengurai tentang keberadaan Daniel dan kawan-kawannya ketika hidup sebagai orang asing di Kerajaan Babel.
“Daniel memiliki integritas sebagai orang percaya. Hidup kudus adalah panggilan Tuhan bagi kehidupan orang percaya. Dan Daniel telah memberi teladan bagi kita. Inilah yang dilakukan Daniel, ia berkomitmen untuk hidup kudus,” ujar Penatua Paula
Menurutnya, sebagai orang muda, bukanlah perkara yang mudah bagi Daniel dan kawan-kawannya untuk menajiskan diri dalam perkara-perkara duniawi. Namun, karena ketaatan kepada Allah yang mereka sembah menjadikan mereka mampu bertahan meskipun harus menghadapi resiko yang besar.
“Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja, dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya,” kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado itu,
Ia menegaskan komitmen yang ditunjukkan Daniel dan kawan-kawannya di Babel untuk tetap setia kepada Allah, harus dimiliki setiap orang percaya.
“Komitmen kita sebagai umat Tuhan untuk menunjukkan ketaatan di tengah kehidupan modernisasi sekarang ini harus nyata. Terutama menghadapi berbagai tantangan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita harus selalu berpikir cerdas dan tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi di sekitar kita yakni pengaruh-pengaruh negatif,” tandasnya.
(*/vendry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *