Ketua Komnas Perlindungan Anak Mengecam Tindakan Kepsek SMK N 1 Sinonsayang Minsel

Minsel – Kejadian yang sangat memalukan kali ini terjadi lagi di SMK N 1 Sinonsayang Minahasa Selatan, salah satu siswa kelas 3 jurusan Akuntansi dipermalukan oleh kepala sekolahnya sendiri Telly O.A Ticoalu S.Pd M.SI di depan siswa siswi yang sedang melaksanakan UNBK. Kata-kata kasar yang diucapkan oleh kepala sekolah terhadap muridnya sangat menuai protes dari siswa-siswi sekolah tersebut bahkan keluarga siswa juga sangat tidak menerima perlakuan kepala sekolah tersebut sebagai pendidik seharusnya hal itu tidak pantas dikatakan oleh seorang kepsek di depan murid -murid yang sementara melaksanakan UNBK.

Hal tersebut dikeluhkan siswa inisial AK alias Jel kepada Nusantaranews karena siswa kelas 3 SMK jurusan akuntansi itu sangat tertekan dengan tindakan kepala sekolah tersebut yang mengatakan bahwa bahwa dia (Jel read) perempuan Lo**e, sudah Ha**l, perempuan Ja**n, dan masih banyak kata kasar lagi yang dikatakan oknum kepala sekolah tersebut di depan siswa-siswi dan guru-guru yang saat itu sedang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Merasa hal itu tidak benar siswa tersebut mengangkat bajunya di depan oknum kepala sekolah untuk memastikan bahwa dia tidak seperti yang dikatakan oleh oknum kepala sekolah tersebut.

Orang tua murid kepada NusantaraNews, sangat menyesalkan tindakan kepala sekolah tersebut di saat anak mereka sedang berkonsentrasi untuk mengikuti UNBK ” sebagai orang tua kami tidak menerima perlakuan keji terhadap anak kami apa lagi saat dia sedang mengikuti ujian, kan di sekolah ada Bimbingan Konseling (BK) dan ada ruangan khusus untuk pembinaan siswa yang bermasalah dan kalaupun anak kami melakukan kesalahan kenapa harus dipermalukan di depan umum ? ” dengan nada tegas dan mata berkaca-kaca ibu dari siswa tersebut mengatakan bahwa hal ini kepala sekolah sudah mencemarkan nama baik anak kami apa terlebih keluarga besar kami.

Menurut orang tua dari siswa tersebut mengatakan bahwa benar anak mereka tidak pulang ke kampung karena sementara mengikuti ujian dengan alasan jarak kampung dan sekolah berjauhan sehingga kami orang tua menyetujui permintaan anak kami untuk tidak bolak balik dari sekolah ke desa Boyong Pante Minahasa Selatan.

Di sela-sela kegiatan di kota Tomohon Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait kepada Wartawan Nusantara News mengecam keras atas perlakuan Kepala Sekolah atas anak didiknya. sebab hak anak terhadap pendidikan adalah konstitusional. Perilaku anak yang menurut tata tertib sekolah dan terlib lingkungan keluarga tidak baik itu tidak bisa dikaitkan dengan hak atas pendidikan, hak atas pendidikan tidak boleh hilang, kata Sirait. Apa yang dilakukan kepala sekolah ini adalah pelanggaran terhadap anak dan bisa dikenakan sanksi administratif dan bisa juga dipidanakan.

Sama halnya juga yang dikatakan ibu Ruth Umbase Akademisi UNIMA
serta sebagai ketua Pusat Kajian Wanita dan perlindungan anak sekaligus juga Fasilitator Nasional Perlindungan anak sangat mengecam keras perilaku kepala sekolah tersebut dan secara hukum hal tersebut sangat melanggar hukum, dalam UU perlindungan seorang pendidik hukumannya bisa di lipatgandakan apabila terbukti melanggar, tutup Umbase.

Kepala sekolah Telly SMKN N 1 Sinonsayang saat dikonfirmasi Nusantara News mengiyakan bahwa benar siswa tersebut ditegurnya karena ada laporan masyarakat tentang sikap dan perilakunya di luar sekolah menunjukkan hal yang tidak baik. Ditambahkan Ticoalu bahwa siswa tersebut adalah murid pindahan. Terkait tidak akan memberikan ijasahnya kepala sekolah membantah bahwa hal itu tidak dikatakannya. (onal_mamoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *