Kekerasan Kembali Terjadi di Kalangan Media

Jakarta – Terkait dengan aksi dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat TNI AL terhadap wartawan Jonathan Sigar yang juga caretaker Persatuan Wartawan Republik Indonesia PWRI cabang Jakarta Timur pada hari Jumat 20 April 2018 di Mabes TNI AL maka kami menanggapi perlakuan kekerasan terhadap wartawan yang melakukan peliputan adalah pelanggaran merupakan tindak pidana kepada para awak media yang melaksanakan tugas publik yaitu kewajiban bagi para jurnalis untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat yang mempunyai hak untuk mendapatkan berita oleh karenanya tindak kekerasan terhadap wartawan harus dihentikan karena hal ini merupakan pelanggaran terhadap hak azasi manusia, demikian disampaikan Azrai Ridha, SH, Ketua Lembaga Hukum PWRI.

Di samping itu kekerasan atas wartawan adalah merupakan pelanggaran terhadap KUHP pidana yang mengatur tentang kekerasan dan penganiayaan jadi jelas bahwa ini mengandung unsur dugaan tindak pidana oleh karena kita menyampaikan protes kepada KASAL atas peristiwa pemukulan ini oleh oknum TNI AL di dalam Markas TNI AL dan tindakan kekerasan ini telah mencoreng nama TNI AL yang selama ini cukup dikenang oleh masyarakat sebagai pelindung dan tentara rakyat yang juga berhubungan baik dengan media menjadi tercoreng padahal sebagai mitra media harusnya mendapatkan tempat yang baik .

Bersama ini kami sebagai ketua Lembaga Hukum PWRI meminta kepada bapak KASAL agar dapat mengambil tindakan tegas kepada oknum prajurit TNI AL yang melakukan tindak kekerasan kepada sdr.Jonathan Sigar caretaker DPC PWRI Jakarta Timur tersebut agar peristiwa kekerasan seperti ini tidak terulang kembali, tutupnya.

( Ferry Marinus )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *