Kejari Batanghari Diminta Konsisten dalam Penegakan Hukum

Kejari Batanghari Diminta Konsisten dalam Penegakan Hukum

Spread the love

 4,232 total views,  21 views today

Sy Jailim Sinaga Ketua DPC Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia Kabupaten Batanghari yang kesehariannya akrab dipanggil dengan nama Pak Sinaga, dirinya dengan tegas meminta Kejaksaan Negeri Batanghari konsisten dalam penegakan hukum.

Dirinya protes terhadap salah satu anggotanya yang belum lama ini dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muaro Bulian Kabupaten Batanghari dengan tuntutan 1,3 tahun penjara karena diduga telah melanggar pasal 192 , dalam hal ini terdakwa saat aksi melakukan penutupan jalan blok yang diketahuinya milik perusahaan, sementara hakim memvonis Suanto 5 bulan 7 hari selama masa tahanan, dan JPU melakukan banding.

Pasalnya terdakwa Suanto cs melakukan aksi unjuk rasa menuntut hak lahan kelompok tani yang diduga dikuasai perusahaan PT VAT, yang mana dalam aksi tersebut massa pendemo menutup salah satu jalan blok menggunakan kayu, dengan alasan agar pihak perusahaan dapat menemui mereka dan mengembalikan hak mereka kelompok tani pemilik lahan, sementara Suanto dilaporkan pihak perusahaan dan dituntut melanggar pasal 192 KUHP, dan telah dilakukan penahanan selama 5 bulan 7 hari.

Pada saat Ketua Badan Penelitian Aset Negara DPC Batanghari bersama media Nusantaranews86.com menjumpai dan mengkonfirmasi terkait persoalan tersebut kepada Jaksa Penuntut Umum di ruang Kasi Intel terkait pasal yang diberikan kepada Suanto, inisial (YA) selaku Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tersebut menjelaskan bahwa kasus ini adalah delik biasa, kami “mengkatagorikan” bahwa Terdakwa Suanto melanggar pasal 192 menutup jalan umum.

Saat ditanya kepada JPU inisial (YA), apakah jalan yang dimaksud merupakan jalan umum? Dirinya tidak dapat menjawab secara detail apa yang dimaksud dengan jalan umum, dirinya mengatakan bahwa kami “mengkatagorikan” jalan tersebut adalah jalan umum, tegasnya.

Begitu pula Kasi Intel Kejari Batanghari saat dijumpai bersama (YA) selaku JPU di ruang kerjanya kepada Nusantaranews86.com menjelaskan dengan nada serupa, dan dirinya menganjurkan kepada Ketua DPC Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Aliansi Indonesia Kabupaten Batanghari, untuk menyampaikan aspirasinya kepada kuasa hukum Suanto cs

Sementara dari hasil investigasi pantauan media Nusantaranew86.com bersama BPAN AI, hingga saat ini pihak perusahaan terlihat menggunakan pos dan portal dengan penjagaan pada jalan yang dikategorikan sebagai jalan umum tersebut, sehingga masyarakat tidak dapat leluasa menggunakan jalan, hanya untuk kepentingan pihak perusahaan, karyawan, dan para tamu perusahaan saja yang bisa masuk menggunakannya.

Jailim Sinaga Ketua DPC BPAN AI batanghari menambahkan, apabila Suanto cs menutup jalan tersebut dihukum karena jalan tersebut dikategorikan jalan umum, dirinya meminta Kejari Batanghari harus konsisten terhadap perusahaan yang telah membuat portal pada jalan tersebut, jadi ada keadilan dalam penegakan hukum.

“Kalau kepada Suanto Ketua Kelompok Tani Jaya bersama dituntut karena menutup jalan yang menjadi sengketa antara Kelompok Tani Jaya bersama dengan perusahaan PT. VAT, maka saya meminta kepada Kejaksaan agar menuntut perusahaan yang menutup dan memportal jalan tersebut.”

“Karena saya menilai bahwa hukum di atas kertas sangat jauh berbeda dengan hukum realita,” tutupnya.

Suanto saat dikonfirmasi Nusantarnews86.com dirinya masih ditambahkan masa tahanannya dikarenakan Jaksa melakukan banding atas putusan Hakim PN Batanghari, kemudian dirinya menambahkan bahwa dirinya pada tanggal 3/6/2021 kembali didatangi Penyidik Polres Batanghari bersama JPU (YA) meminta dirinya menenda tangani P21 perkara terkait peraturan perkebunan tentang menduduki objek kebun PT VAT tahun 2018 silam dan dirinya dengan terpaksa menanda tangani P21 tersebut.

Penulis: Tholip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.