Kasus Tembok Pantai Ranoyapo Minta ‘Tumbal’. Dua oknum pegawai BPBD Minsel Diseret Kejari Minsel ke Terali Besi

Minsel – Begitu derasnya desakan masyarakat dalam hal penegakan hukum di Kabupaten Minahasa Selatan khususnya di lingkup Kejaksaan Minahasa Selatan, Rabu 30 Mei 2018 Kajari menjawab apa yang selama ini jadi pertanyaan seluruh elemen masyarakat.

Sebelum dilakukan penahanan tim Kejari Minsel melakukan pemeriksaan selama 2 jam lebih dilanjutkan pemeriksaan medis dan tim medis menyatakan keduanya sehat maka Kejari Minsel langsung membawa kedua oknum di tempat yang berbeda, adapun saudara HK alias Alo dititipkan di Rutan Papakelan Tondano dan Saudara SP alias Epen dibawa ke Rutan Malendeng Manado.

Penahanan ini sudah sesuai prosedur karena 3 kali mangkir dan tidak proaktif, dari panggilan Kejaksaan Minahasa Selatan akhirnya dua oknum dijemput paksa oleh Kejaksaan Minsel.

“Ini kami lakukan karena sudah beberapa kali dilakukan pemanggilan oknum-oknum pegawai tersebut tidak proaktif, sehingga kami melakukan penjemputan paksa dari rumah kediaman dan di kantor tempat oknum tersebut bekerja,” kata Kajari Minsel Lambok M. J. Sidabutar, SH, kepada beberapa awak media yang ada di Kejari Minsel sore pukul 14.15.

Alasan Kejaksaan Minahasa Selatan menahan para tersangka untuk mencegah jangan sampai adanya penghilangan barang bukti dan supaya tidak melarikan diri. Saat dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) sengaja dipisahkan untuk menjaga agar mereka tidak saling memberikan informasi yang mengakibatkan pelemahan dalam pemeriksaan selanjutnya.

Sebelumnya dalam kasus ini sudah ada yang ditahan di Rutan Amurang yaitu pihak ketiga dari PT. Bangun Minahasa Pratama.

Disinggung terkait proyek yang lain Lambok mengatakan masih dalam penyidikan dan itu bisa mengarah ke penahanan juga.
(onal mamoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *