Guru Bolos Berbulan-bulan, Gaji Jalan Terus

Seram Bagian Barat – Salah satu masalah pendidikan di berbagai daerah tanah air adalah motivasi dan disiplin guru yang masih rendah. Tidak heran, banyak guru absen mengajar di sekolah-sekolah pedalaman, ironisnya SD Kristen Niwelehu-Nikulukan Kecamatan Taniwel yang terletak di pesisir pantai bukan tergolong daerah pedalaman tapi masih saja ada oknum-oknum guru yang bandel tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Aparatur Pegawai Negeri Sipil di sekolah tersebut.
Hal ini ditegaskan di piru Sabtu, 26/5/2018 oleh beberapa Tokoh Masyarakat Negeri Nikulukan yang enggan namanya dipublikasikan mengatakan SD Kristen Niwelehu-Nikulukan Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat kurangnya ada tindakan disiplin terhadap guru sehingga ada tiga (3) oknum guru yaitu Yopy Tanikwelle, Marce Aksamina Poceratu dan Marthina Rutasouw tidak aktif melaksanakan tugas selama berbulan-bulan hingga setahun lebih. Kendati demikan ke-tiga oknum guru tersebut masih tetap menerima hak-hak mereka, layaknya sedang menjalankan tugas mengajar seperti biasa.

Tokoh-tokoh masyarakat tersebut menegaskan dan meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat dalam hal ini Bupati Seram Bagian Barat agar secepatnya mengambil langkah tegas untuk mutasikan mereka dari sekolah yang bersangkutan, kalau tidak mereka mengancam akan melaporkan hal ini kepada MenPAN agar ASN yang bersangkutan diproses pemecatan.

“Kami menegaskan dan meminta kepada Bupati SBB Drs. Moh Yasin Payapo, M. Pd, untuk segera mutasikan/pindahkan mereka, karena ini sangat-sangat melanggar disiplin sebagai PNS, karena mereka sama sekali tidak melaksanakan tugas atau mengajar di SD Kristen Niwelehu-Nikulukan Selma berbulan-bulan, bahkan salah satu guru Yopy Tanikwelle sudah tidak masuk dan mengajar selama satu tahun, tetapi hak mereka/gaji jalan seperti biasa hal ini tidak benar.

“Dan kami menegaskan apabila dalam waktu dekat Pemda SBB tidak secepatnya mutasi atau pindahkan mereka maka kami akan melaporkan hal ini ke MenPAN untuk diproses pemecatan kepada ke-tiga guru tersebut,”tegas mereka.

Sedangkan Kepala Sekolah SD Kristen Niwelehu-Nikulukan ketika dikonfirmasi media ini via telepon selulernya membenarkan hal itu, ” Ya ketiga (3) oknum guru tersebut yakni Jopy Tanikwelle sudah tidak masuk sekolah dan mengajar serta tidak melaksanakan tugas selama satu (1) tahun, sementara Marce Aksamina Poceratu dan Marthina Rutasouw tidak mengajar selama tujuh (7) bulan. Saya sudah berkali-kali melaksanakan pembinaan tapi sama sekali tidak dihiraukan oleh mereka,”ungkapnya.

Kepsek menegaskan bahkan hal ini saya pernah laporkan ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat, agar kalau bisa gaji mereka tidak boleh dibayarkan, tapi tidak ada realisasi.
Bahkan untuk merealisasi pembayaran gaji mereka diduga mereka melaksanakan pemalsuan absen dan palsukan tanda tangan saya pada Surat Kuasa, karena menurut persyaratan Pembayaran gaji harus ada lampiran Absen Daftar hadir secara kolektif dan Surat Kuasa yang ditanda tangani oleh Kepala Sekolah, Tapi toh kenapa mereka bisa dapat lolos untuk mengambil gaji ?

Dan apakah mereka mendapatkan Surat Kuasa dan absen dari sekolah mana?
Ketidakhadiran dan bolosnya oknum guru tersebut saya selaku Kepala Sekolah tidak tahu apa alasannya, sehingga saya mohon Bapak Bupati SBB segera mengambil langkah tegas kepada mereka secepatnya,”ungkap Kepsek. (Jodih L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *