Gegara Tanah Warisan, Keponakan Bacok Pamannya Hingga Tewas di Tangerang

Gegara Tanah Warisan, Keponakan Bacok Pamannya Hingga Tewas di Tangerang

Spread the love

 2,065 total views,  2 views today

 

Kabupaten Tangerang – Keponakan tega bacok pamannya sendiri hingga meninggal dunia. Kejadian terbilang sadis tersebut terjadi di Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang, Kamis (3/6/2021).

Informasi yang diperoleh, pembacokan itu bermula adanya masalah tanah warisan. Pelaku, Akub (46) tidak terima jatah tanah orang tuanya berukuran lebih kecil dibanding korban Rusli (58).

Saksi Ujang Susanto (46) menceritakan kejadian itu terjadi pada saat korban sedang makan di kamar tidur rumahnya sambil nonton televisi pada pukul 19.00 WIB, tiba-tiba pelaku datang dengan membawa sebilah golok di tangannya langsung membacok korban.

“Paman saya lagi makan di ruang tamu, tiba-tiba pelaku datang bawa golok langsung dibacok. Kena tangan kanan dan tangan kiri pas posisi urat nadinya,” ujar Ujang kepada NusantaraNews86.com saat ditemui di RSUD Pakuhaji mengawal kepulangan jenazah korban.

Saksi yang merupakan keponakan korban juga mengaku sedang di posisi rumah pamannya. Dikatakan, pada saat membacok beberapa kali, dirinya bersama anak korban langsung melerai dan mengamankan pelaku.

“Mendengar teriakan, saya datang langsung saya pisahin bareng sama anaknya. Langsung saya buang goloknya dan ngamanin pelaku, terus anaknya langsung bawa ke sini (RSUD Pakuhaji-red) karena dilihat masih hidup,” paparnya.

Lanjut Ujang menuturkan, sempat korban diberikan perawatan intensif. Namun, sayang korban tidak tertolong nyawanya lantaran kehabisan darah menurut tenaga medis.

“Sempat diberikan perawatan, dia dijahit di ruang UGD. Tapi paman saya gak selamat soalnya kata perawatnya udah banyak ngeluarin darah. Meninggal dunia sekitar pukul 21.30 WIB ” kata Ujang.

Di sisi lain, Ujang berujar pelaku yang merupakan sepupunya sendiri telah diamankan ke Polsek Sepatan Polres Metro Tangerang Kota.

“Pelaku udah ditahan oleh anggota polisi Polsek Sepatan,” bebernya.

Sementara, wartawan saat mendatangi kantor Polsek Sepatan dan bertemu dengan salah satu anggota polisi yang menangani perkara hanya membenarkan pelaku sudah diamankan namun enggan menjelaskan secara detail.

“Nanti aja ya Mas sama Pak Kapolsek atau Pak Kanit saya gak berani,” ujarnya.
(Roy NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.