DIKJURBAIF ABIT DIKMABA TNI AD TA 2017 Resmi Ditutup, Komandan Pussenif : Motto Infanteri CARI, DEKATI dan HANCURKAN

SULUT – DANRINDAM XIII/Merdeka Kolonel Inf Aminton Manurung menutup secara resmi pendidikan kejuruan bintara infanteri (DIKJURBAIF) Lulusan (ABIT) Pendidikan Pertama Bintara (DIKMABA) TNI AD TA 2017 yang bertempat di Dodiklatpur Rindam XIII/MDK, desa Noongan, kecamatan Langowan Barat, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) Sabtu (09/06).

Danrindam dalam acara tersebut mengawalinya dengan menyampaikan ucapan “Marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini dilaksanakan upacara penutupan DIKJURBAIF ABIT DIKMABA TNI AD TA 2017 dalam keadaan sehat walafiat. Berkenaan dengan telah berakhirnya pendidikan ini selaku Komandan Pussenif dan pribadi saya mengucapkan selamat atas keberhasilan para bintara menyelesaikan tugas pendidikan dengan lancar sesuai dengan rencana.

“Pendidikan Dikjurbaif Abit Dikmaba TNI AD TA 2017 adalah pendidikan lanjutan dari Dikmaba tahap pertama yang sudah kalian laksanakan, melalui Dikjurbaif Abit Dikmaba TNI AD TA 2017 ini kalian telah diberikan bekal ilmu kecabangan sesuai dengan Tri Pola Dasar Pendidikan yang tertuang dalam tujuan kurikulum pendidikan yaitu mengembangkan kemampuan bintara siswa TNI AD agar memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit sapta marga dan sumpah prajurit, memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar kecabangan, berkemampuan mengemban jabatan sesuai SJM tingkat 5 bintara di kecabangan infanteri serta kondisi jasmani yang prima. Dari tujuan pendidikan tersebut maka diperoleh kemampuan keluaran pendidikan yaitu memiliki kemampuan teknik dan taktik dasar kecabangan infanteri, pengetahuan dan keterampilan jabatan sesuai SJM tingkat 5 di kecabangan infanteri, sehingga dengan berbekal kemampuan tersebut diharapkan kalian mampu mengaplikasikan teknik dan taktik kecabangan infanteri dengan baik dan benar guna mendukung tugas pokok satuan,” sambungnya.

Keberhasilan pendidikan yang telah para mantan siswa capai melalui tripola dasar pendidikan adalah hasil kerja keras, ketekunan, ketabahan, keuletan dan kedisiplinan para mantan siswa dalam mengikuti pendidikan serta peran aktif para pembina, guru, pelatih dan unsur pendukung lainnya dalam menciptakan suasana yang kondusif demi kelancaran proses belajar dan mengajar.

“Saya berharap keberhasilan ini hendaknya dapat dijadikan motivasi untuk meningkatkan semangat, serta tekad pengabdian dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepada mantan siswa Dikjurbaif Abit Dikmaba TNI AD TA 2017,” ucapnya.

Namun demikian katanya, keberhasilan tersebut jangan cepat merasa puas. Pasalnya, seusai pendidikan peserta didik dituntut dapat mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang terimanya ke dalam pelaksanaan tugas di satuan.

“TNI AD saat ini sedang melaksanakan transformasi dalam rangka mewujudkan visi TNI AD yakni, Angkatan Darat yang solid, profesional, tangguh, modern dan berwawasan kebangsaan, juga selalu mencintai dan dicintai rakyat. Berkaitan dengan hal maka infanteri juga melakukan transformasi. Hingga saat ini infanteri telah banyak mengalami perubahan diantaranya penambahan Alutsista baru seperti Tank Marder, anoa dan M113-A1, perubahan taktik tempur infanteri, revisi dan penyusunan orgas maupun bujuk infanteri dihadapkan dengan perspektif ancaman kedepan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan infanteri yang lebih handal sesuai dengan motto infanteri yaitu CARI, DEKATI dan HANCURKAN,” pungkasnya.

Pendidikan Dikjurbaif yang dilaksanakan di Rindam-rindam merupakan pendidikan yang dilaksanakan sebagai kepanjangan tangan LKT Infanteri dalam hal ini Pussenif Kodiklatad, memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan yang ada di Rindam-rindam. Meski pelaksanaannya secara tersebar, namun Pussenif Kodiklatad fungsi asistensi pendidikan kejajaran rindam-rindam tetap dilaksanakan.

Adapun hal-hal yang menjadi pedoman dalam tugas yakni; Pertama, Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan moral dalam berpikir, bersikap dan bertindak dari setiap tugas yang dihadapi. Kedua, Tingkatkan terus profesionalisme prajurit, melalui budaya belajar dan berlatih baik dalam lingkup penugasan maupun lingkup pendidikan. Ketiga, Aplikasikan dan kembangkan ilmu dasar kecabangan infanteri dalam pelaksanaan tugas serta berupaya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi untuk menambah wawasan serta pengetahuan. Keempat, Jaga nama baik korps infanteri dimanapun berada dan bertugas.

Adapun jumlah peserta didik yang dilepas sejumlah 94 orang yang ditandai dengan Pelepasan tanda siswa, Pengalungan medali dan penerimaan ijasah. Acara tersebut dihadiri dan disaksikan langsung Asisten atau yang mewakili, para Kabalakdam atau yang mewakili, Wadanrindam XIII/Mdk, Para kabag dan Pajajaran Rindam XIII/MDK, Pejabat Danramil, Kapolsek dan Hukumtua desa Noongan, orang tua siswa dan puluhan undangan.

Demikian amanat tersebut disampaikan Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Mayor Jenderal TNI Surawahadi SIP, MSi melalui keterangan tertulis Pendam XIII/Merdeka.

(vendry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *