Dansektor 21 “Sekarang Sudah Saatnya Berbuat Baik Buat Anak Cucu Kita ke Depannya”

Cimahi – Sesuai Perpres No. 15 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum, Sektor 21 Satgas Citarum Harum yang dipimpin oleh Kolonel Infantri Yusep Sudrajat dan para Subsektornya mencatat kinerja yang luar biasa. Dari mulai kegiatan Pengendalian dan Pencegahan akan pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum melalui kegiatan fisik dan non fisik serta melakukan kegiatan pendataan dan pengecekan para pelaku usaha industri atau pabrik yang membuang limbah sembarangan ke sungai tanpa proses IPAL. Dari hasil pendataan pengecekan di lapangan oleh Sektor 21 mengenai industri atau pabrik yang membuang limbah sembarangan ke sungai ada beberapa industri atau pabrik yang sudah mengikuti proses IPAL dan ada juga yang masih tetap membandel.

Seperti halnya PT. Aswindo yang berlokasi di Jl. Cibaligo, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi dari hasil laporan pengecekan ulang Subsektor 21-13 pada hari Jumat tanggal (04/05/18) Pukul 11.22 WIB dengan kondisi air berwarna coklat pekat dari catatan sebelumnya pada tanggal (23/04/18) PT tersebut sudah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cimahi dan pihak kepolisian menyatakan bahwa PT tersebut sudah memiliki perizinan yang lengkap, baik dari izin perusahaannya serta izin IPAL nya dan pada hari Rabu tanggal (25/04/18) Pukul 10.45 WIB Subsektor 21-13 melakukan pengecekan ulang kembali ternyata PT tersebut masih tetap membandel dan masih membuang limbah sembarangan ke sungai tanpa proses IPAL dahulu.

Dari hasil konfirmasi pihak penegak hukum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi Sutarno menjelaskan,” Awalnya alasan Limbah yang dikeluarkan PT. Aswindo adanya kerusakan pada pompa IPAL nya sehingga terjadi kebocoran limbah ke sungai dan kami pun dari pihak DLH Kota Cimahi sudah melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap PT. tersebut melakukan pemeriksaan, dokumentasi serta pengambilan sample limbah untuk dicek Lab. serta sanksi administratif sudah kami lakukan dan kami pun sudah melakukan komitmen dengan pihak ownernya untuk segera memperbaiki IPAL nya dan mengikuti prosedur,”jelasnya.

“Dan dari hasil laporan pengecekan ulang Satgas Citarum Harum Subsektor 21-13 PT. Aswindo masih saja membandel membuang limbah sembarangan ke sungai, itu di luar ekspektasi kami karena kami tidak selalu mengawasi di sana alias nongkrong di sana terus menerus dan dengan adanya laporan hasil pengecekan ulang dari Sektor 21 tersebut kami dari pihak DLH Kota Cimahi sangat berterima kasih dan kami pun dari pihak DLH Kota Cimahi akan melakukan tindakan tegas kepada mereka, bukan dengan sanksi administratif lagi yang akan kami keluarkan tetapi akan membekukan perizinannya,”ungkapnya.

Menurut Dansektor 21 Kolonel Infantri Yusep Sudrajat,”Mereka para pelaku usaha industri atau pabrik hanya memikirkan “Motif Profit” saja karena mengikuti prosedur menggunakan IPAL bagi mereka para pelaku usaha industri/pabrik mengurangi nilai profit mereka alias rugi, bayangkan saja ibarat contoh mereka punya profit 1 M sekarang mereka mengikuti aturan prosedur dengan IPAL dan profit mereka terpotong 50% menjadi 500 jt, Apakah nilai profit segitu yang dibilang rugi buat mereka dengan cara merusak aspek lingkungan?”

Yang jelas mereka masih punya nilai profit dan tidak ada kata rugi, intinya masih ada rasa keserakahan dan kelicikan pada diri mereka para pelaku-pelaku usaha industri/pabrik untuk memikirkan nilai profit lebih dan serta mereka tidak memikirkan aspek lingkungan ke depannya. “Boleh kita lihat sekarang ini Sungai Cisangkuy yang berlokasi di daerah Pamengpeuk Banjaran. Pada sekarang ini DAS Sungai tersebut sudah bisa kita nikmati dan manfaatkan untuk semua masyarakat, seperti untuk berenang, mencuci, memancing, dan kegiatan lain-lainnya.

Memang perlu waktu untuk merehabilitasinya tetapi kami dari Satgas Citarum Harum khususnya Sektor 21 akan terus melakukan pencegahan dan pengendalian akan pencemaran Sungai Citarum tersebut dan kami tidak akan patah semangat,”ungkapnya.

”Untuk itu saya berpesan para pelaku-pelaku usaha Industri/pabrik, mulai sekarang sudah saatnya berbuat baik buat anak cucu kita ke depannya. Dan mulai saat ini kita rawat dan jaga serta lestarikan Sungai Citarum ini untuk masa depan Anak Cucu kita ke depannya,”ucapnya. #Rifki Okta-Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *