Bupati Minsel CEP Terima WTP, Kejari Minsel Geledah ‘Dapur’ CEP

Minsel – Hari ini tepatnya tanggal 04 Juni 2018 bertempat di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara. Pemerintah kabupaten Minahasa Selatan penuh kegembiraan karena siang tadi Bupati Charistiany E. Paruntu bersama beberapa kepala daerah se- Sulawesi Utara menerima predikat masing-masing kabupaten/kota, hal tersebut menyusul dengan pemberian predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kepada Pemerintah Kota Tomohon untuk pengelolaan anggaran tahun 2017, bertempat di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara.

Hal tersebut langsung beredar viral di media sosial dan langsung ditanggapi dengan berbagai macam tanggapan, baik positif maupun negatif. Dengan diserahkannya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) timbul tanda tanya besar karena pada tanggal yang sama Kejari dan Polres Minahasa Selatan menggeledah beberapa kantor di bilangan kantor Bupati Minahasa Selatan.

Selama kurang lebih 4 (empat) jam Kejari Minahasa Selatan menggeledah kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) Kantor Balai Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan ruangan LPSE yang keseluruhan kantor tersebut berada di kawasan kantor Bupati Minahasa Selatan.

Dengan ijin dari Pengadilan, Kejari Minahasa Selatan melakukan penggeledahan beberapa ruang kantor terkait dengan penanganan perkara Bencana Alam di Ranoyapo dan Ongkaw, hal ini untuk mencari dokumen-dokumen pembuktian yang nantinya akan dibawa ke persidangan.

Kejari Minahasa Selatan Lambok M. J. Sidabutar SH, MH
kepada beberapa awak media mengatakan bahwa ada beberapa berkas data yang ditemukan karena awalnya dokumen-dokumen tersebut saat diminta tidak diserahkan sehingga saya memimpin langsung penggeledahan ini hasilnya beberapa dokumen kami dapat. Ditambahkannya bahwa dalam kasus ini kemungkinan besar akan ada yang menyusul untuk ditahan.

Lambok juga meyakinkan bahwa penyidik saat melakukan penahanan itu sudah pasti karena kalau penyidik tidak yakin maka tidak ada penahanan. Ini sudah didukung dengan beberapa alat bukti dan ahli yang dihadirkan langsung oleh Kejari Minsel. (onal mamoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *