Bupati Minsel CEP Tempati Rudis Bak “Istana” Wakil Bupatinya Indekost

Minsel – Keberadaan rumah dinas Bupati Minahasa Selatan Christiany E. Paruntu mulai disorot warga setempat karena bangunan megah dua lantai ini hanya bisa dilihat apabila masyarakat masuk menembusi pintu gerbang yang sangat tinggi dan dijaga ketat oleh Sat Pol PP dan diawasi kamera cctv yang tersebar di luar dan dalam rudis.

Rumah dinas yang selama ini ditempati oleh Bupati Minahasa Selatan tergolong rudis yang paling megah di Sulawesi Utara apalagi pagar yang sangat tinggi dengan 4 pintu gerbang yang tersebar di setiap sisi pagar.

Keadaan rumah dinas bupati CEP saat ini yang tidak bisa tampak dari luar bentuknya, mulai menuai tanda tanya warga Minahasa Selatan, seperti kata bapak Cliff warga Ranoyapo mengatakan bahwa mereka tidak pernah melihat bentuk rumah dinas bupati Minsel “Kita ja lewat di jalan dekat rumah dinas nda pernah mo dapa lia dia pe bentuk rumah apa lagi tu pagar kurang lawang deng tembok berlin pe tinggi” kata bapak paroh baya tersebut. (Saya saja lewat di jalan dekat rudis tidak pernah bisa lihat bentuk rumahnya, apalagi pagarnya seperti tembok Berlin tingginya ..red)

Tanggapan tersebut diiyakan oleh salah satu tokoh masyarakat kelurahan Pondang bapak Steven, bahwa rumah dinas tersebut kelihatan sama seperti rumah pengusaha/konglomerat, “Bagimana tu di dalam rudis mo berinteraksi dengan masyarakat kalu so kurung dengan pagar pe tinggi? Torang masyarakat juga bangga kalu ada lia-lia tu rudis bupati pe bentuk.”

Menurut warga sekitar keberadaan bupatipun tidak bisa diketahui apakah benar-benar bupati yang menempatinya atau bukan. Di sisi lain masyarakatpun mempertanyakan barang-barang inventaris yang berada di dalam rudis.

Rumah dinas yang dibuat dengan dana APBD yang dianggarkan puluhan miliar terkesan hanya menghamburkan uang rakyat. Kenapa tidak  ? Dilihat dari pembangunan pagarnyapun sangat memakan biaya yang besar bahkan miliaran rupiah dihabiskan hanya untuk pembuatan pagar dan pintu gerbang.

Hal tersebut tidak sebanding dengan fasilitas yang didapat dan dipakai oleh Wakil Bupati Minahasa Selatan Frangky D. Wongkar yang selama menjadi wakil bupati hanya menempati rumah kontrakan alias indekost. Sehingga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai wakil bupati, Wongkar terpaksa harus bolak balik Manado  rumah pribadinya.

Pada hal wakil bupati juga mendapat fasilitas yang telah diatur secara jelas dalam undang undang tepatnya UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dan juga tugas- tugas bupati dan wakil bupati sebagai kepala daerah beserta wewenang, hak, kewajiban dan larangannya sudah diatur menurut undang undang No 23 Tahun 2014. Sehingga wakil bupati layak untuk mendapatkan rumah dinas layaknya bupati. Diketahui dari terbentuknya Kabupaten Minahasa Selatan sampai sekarang, rumah dinas wakil bupati belum pernah dibangun. (onal mamoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *