Bisnis Jual Beli Kios/Lapak Pasar Berdikari Tumpaan Ada Keterlibatan Pejabat

Minsel – Akhirnya bisnis jual beli Kios/lapak Pasar Berdikari Tumpaan Baru Kec.Tumpaan Kab. Minahasa Selatan terbongkar. Pasar yang diperuntukkan untuk para pedagang dengan persyaratan yang sudah diatur oleh pemerintah daerah yang berdasarkan peraturan dan undang undang yang berlaku, dibisniskan oleh pejabat yang saat itu memegang kendali Dinas Perdagangan kabupaten Minahasa Selatan.

Kehadiran pasar tradisional di desa Tumpaan Baru membawa dampak buruk bagi para pedagang karena awalnya para pedagang yang ingin memiliki kios/lapak yang berada di dalam pasar akan dipinjam pakaikan oleh Dinas Perdagangan waktu itu ternyata saat akan ditempati mereka (pedagang red) harus membelinya dengan harga yang cukup mahal dan bervariatif.

Salah satu pedagang yang pernah di beritakan NusantaraNews waktu lalu menceritakan proses bagaimana mereka sampai mendapatkan kios pasar yang harus membayar/membeli kios tersebut dengan harga yang fantastis. Menurut MS dan DU mereka membelinya kepada pejabat Dinas Perdagangan waktu itu melalui orang kepercayaan pejabat tersebut.

Waktu itu “dorang bilang torang mo ba stor kwa pa atasan” (mereka bilang mereka akan setor ke atasan..red) kata orang suruhan pejabat kepada kedua pedagang yang mengaku sudah mengeluarkan puluhan juta untuk menimbun pasar dan akhirnya dipindahkan di kios lain. Ditambahkan juga bahwa orang kepercayaan mengatakan bahwa uang tersebut akan disetor karena atasan mereka ikut pencalonan di Pilkada Minsel waktu itu.

Informasi yang diterima NusantaraNews, bahwa transaksi bisnis jual beli kios dan lapak pasar Tumpaan bukan hanya dilakukan door to door melainkan sampai harus bertransaksi di Jakarta.

Dengan modus diiming-imingi bahwa akan ada terminal di kawasan pasar sehingga pedagang sangat antusias untuk ingin memiliki tempat usaha di pasar Tumpaan tak tanggung-tanggung lahan pasar juga diperjualbelikan dengan harga puluhan juta. (onal mamoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *