Alih Profesi Jadi Pengacara, Sandy Nayoan Tetap Memikat Fans

Alih Profesi Jadi Pengacara, Sandy Nayoan Tetap Memikat Fans

Spread the love

 10,709 total views,  17 views today

 

Surakarta – Satreskrim Polresta Surakarta menggelar rekonstruksi penembakan brutal oleh tersangka Lukas Jayadi (72), Kamis (28/1/2021).

Reka ulang adegan ulang peristiwa penembakan yang dikenal dengan koboi jalanan tersebut dilaksanakan di tiga lokasi berbeda mulai pagi hingga siang.

Namun, ada pemandangan menarik saat proses rekonstruksi itu. Adalah kehadiran aktor lawas yakni Sandy Nayoan.

Bukan hal mengejutkan sebenarnya. Sandy merupakan kuasa hukum Lukas yang sudah mendampingi sejak lama termasuk saat proses sidang gugatan praperadilan.

Sandy terkenal sebagai Midun di sinetron mini ‘Sengsara Membawa Nikmat’ yang saat itu beradu akting dengan artis senior Desy Ratnasari sebagai Halimah.

Sosok bernama asli Dwight George Nayoan juga terkenal saat memerankan Arya Kamandu dalam film kolosal Tutur Tinular III.

Selain itu, nama pengacara berusia 50 tahun tersebut juga melambung di sinetron Sengsara Membawa Nikmat di tahun 1991.
Sontak saja, Sandy langsung jadi buruan foto bareng atau selfie sejumlah awak media yang dulu rutin menyaksikan sang aktor berlaga.

Sandy pun dengan ramah melayani permintaan foto sembari sesekali bercengkerama dengan wartawan peliput rekonstruksi tersebut.

Namun saat disinggung kemungkinan kembali ke dunia peran, Sandy memberikan jawaban menggelitik.
“Sekarang fokus ke dunia ini (pengacara) saja. Toh badan juga sudah gemuk gini ya,” ungkap Sandy sembari tertawa kecil.

Diberitakan sebelumnya, motif penembakan tersebut klaim sepihak bahwa korban memiliki utang kepada tersangka sebesar Rp 16 miliar.

Namun, dilelangnya tanah seluas 1 hektare di Jaten, Karanganyar pada 2008 tersebut sudah selesai. Korban memenangkan lelang tanah milik tersangka senilai Rp10 miliar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.