6 Bulan Menghilang, Ari Warga Winebetan Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

MINAHASA – LELAKI paruh baya ditemukan tak bernyawa di lokasi pegunungan Kawatak, wilayah kepolisian Desa Manembo, Kecamatan Langowan Selatan, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (20/02) pagi.
Lelaki yang diduga bernama Ari Rundengan (65) warga desa Winebetan ditemukan Polsek Langowan jajaran Polres Minahasa dalam keadaan sudah menjadi kerangka.


Kapolres Minahasa melalui Kasubag Humas AKP Hilman Rohendi menerangkan bahwa, keterangannya berawal dari Kapolsek Langowan Iptu Mardy Tumanduk SH dihubungi Hukumtua Serdy Palit menyampaikan pesan telah ditemukan mayat di sekitar pegunungan desa Kawatak. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, anggota kepolisian Langowan bersama Koramil Langowan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).
“Kronologis penemuan mayat berawal dari 3 (tiga) saksi warga Desa Kopiwangker masing-masing bernama Mel Sembel (42), Adri Sembel (52) dan Alvin Sembel (25). Ketiga saksi pada Kamis (15/02) sore sedang mencari tikus di hutan Kawatak. Ketika saksi melihat sebuah lubang bukannya sarang tikus namun ditemukan tulang tangan manusia, baju dan tas punggung atau ransel. Para saksi juga melihat di sekitar lokasi ada seutas tali yang terikat dibatang kayu roboh melintang diatas lubang. Hasil penemuan mayat tersebut, tim Forensik Polres Minahasa diterjunkan di TKP untuk memastikan sebab kematian korban dan menghubungi pemerintah desa sekitar,” kata Hilman.

Hilman melanjutkan, dari hasil olah TKP didapati bahwa mayat yang baru ditemukan merupakan orang yang pernah dicari Magritje Winokan (istri korban).
Hilman menerangkan bahwa, korban dinyatakan hilang oleh keluarga sejak Senin (11/09) usai pamit bekerja.
“Kronologis hilangnya Ari Rundengan (korban) berawal dari rumahnya di desa Winebetan usai pamit kepada istrinya, Magritje Winokan pada pukul 08.00 pagi dihari Sabtu 09 September 2017. Korban pamit bekerja sebagai tukang di desa Raranon, kecamatan Langowan Barat, bermodalkan ransel berisikan pakaian. Korban Ari dikatakan saat itu tidak menggunakan kendaraan namun hanya berjalan kaki dari desa Kaayuran Bawah menuju lokasi tujuannya. Hingga Senin (11/09) korban belum juga pulang.

Merasa khawatir, hari itu pihak keluarga langsung menuju desa Raranon dan memastikan keberadaan korban. Namun korban tak ditemukan sehingga istri korban langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada pemerintah desa Winebetan. Upaya pencarian pun dilakukan baik di keluarga terdekat maupun di perkebunan milik keluarga korban tetap belum membuahkan hasil. Dan oleh keluarga, esoknya Selasa (12/09) istri korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, pemerintah kecamatan Langowan Selatan serta pemerintah dan warga desa Winebetan. Saat Basarnas, Polsek Langowan, Koramil Langowan, Perangkat Desa dan masyarakat Winebetan melakukan penyisiran dari area pegunungan desa Kawatak hingga ke desa Noongan dan ke wilayah kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) korban tak kunjung ditemukan dan baru hari Selasa (20/02) ini ditemukan,” jelas Hilman menjelaskan.

Adapun barang bukti yang ditemukan berupa 1 buah ransel punggung, sepasang sandal jepit (hijau), 1 buah pisau, 1 buah topi (hitam) dan 1 buah jam tangan.
(vendry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *