22 Wirausaha Pemula SBB Terima Dana Hibah Kemenkop dan UKM

Seram Bagian Barat – Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) memberikan anggaran bantuan pembiayaan bagi 22 wirausaha pemula di Kabupaten SBB pada 2018 ini sebesar Rp 286 juta meningkat dari 2017 sebesar Rp 144 juta.
Hal ini disampaikan oleh Asisten Deputi Permodalan, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM LUHUR PRADJARTO pada acara Pemberkasan kepada 22 Usahawan pemula penerima bantuan di Kantor Dinas Koperasi dan UKM SBB Kamis, 24/5/2018.

Program pemberian bantuan berupa dana (start-up capital) 2018 di Kab. SBB meningkat mencakup 22 wirausaha pemula bila dibandingkan tahun 2017 hanya 12 wirausaha penerima. Nilai bantuannya Rp10 juta hingga Rp13 juta bagi setiap wirausaha pemula.
“Dari sisi program, kita ini adalah program pengembangan wirausaha pemula, program ini sebenarnya dirintisnya di Kementrian Koperasi dan UKM sebenarnya sudah diluncurkan sejak tahun 2011, telah berjalan hingga 2018 ini. Namun sistemnya pada waktu itu di tahun 2011/2012 itu dikucurkan melalui koperasi, yang notabenenya koperasi itulah yang mempunyai anggota – anggota yang ada usaha kecilnya, usaha mikronya dari koperasi penerima itu akhirnya anggotanya meminjam dari dana tersebut, semenjak 2013 dirubah karena melihat potensi UMKM ini dari segi kebutuhan dana sangat memerlukan makanya dirubah langsung kepada penerimanya.

Khusus untuk Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku memang baru dirintis kemarin tahun 2017 dan terealisasi kurang lebih kepada 12 orang penerima dengan nilai dikalikan 12 juta kurang lebih 144 juta, di tahun 2018 ini Alhamdulillah saya kira ini juga atas kerja keras dari Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Seram Bagian Barat sudah naik dari 22 usulan ternyata 22 usulan itu memenuhi persyaratan semua dan alhamdulillah ini nilainya kurang lebih Rp. 286 juta, dari nilai ini juga meningkat karena memang rings dari paket bantuan ini minimal Rp. 10 juta maksimum Rp. 13 juta, jadi bervariasi ada yang 12 juta dan ada yang 13 juta jadi dari rata-rata Rp. 286 juta itu hampir Rp. 13 juta semua.

Terkait dengan kuota secara nasional sebetulnya memang tidak ada karena bantuan kita ini dari tahun ke tahun  mulai penurunan, dari tahun 2018 ini 1831 Nasional kalau dibagi dengan kabupaten/kota yang jumlahnya kurang lebih 550, kalau kita bagi rata itu 3 atau 4 orang penerima per- Kabupaten/Kota, tapi ini melebihi dari rata-rata melebihi, karena prinsipnya seleksi betul proposal-proposal yang masuk Kementerian.”ungkap Luhur.

Luhur juga mengharapkan kepada Wirausaha pemula di Kabupaten SBB tujuan dari usaha pemula ini bagaimana kita bisa ikut mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan, dan mengurangi angka pengangguran, dan dengan adanya sentuhan dana yang bersifat stimulan ini harapan kita para pengusaha yang menerima bantuan itu bisa meningkatkan skala usahanya, maka dengan meningkatkan skala usahanya otomatis kan pendapatannya bisa meningkat, kalau pendapatan meningkat tingkat kesejahteraannya semakin meningkat, dan akan lebih bagus lagi, dan harapan kita itu berdampak kepada masyarakat, katakanlah dengan peningkatan segala usaha ada penambahan tenaga kerja sehingga angka pengangguran tadi menurun.”pintanya.

Sementara Kadis Koperasi dan UKM Kab. SBB Alan Palijama menjelaskan ,” Bantuan program wirausaha pemula ini adalah bantuan dari Kementrian Koperasi dan UKM, untuk usaha-usaha Mikro yang memiliki potensi di bidangnya itu usahanya paling cepat (6) bulan dan dia sudah minimal 2 tahun, itu yang masuk dalam program wirausaha pemula, kemudian yang berikut semua calon penerima ini diwajibkan untuk mengikuti diklat, baik itu yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Provinsi, Dinas Koperasi Kabupaten atau juga program-program pelatihan dari pusat, dalam hal ini dengan Kementrian Koperasi dan UKM.
Kemudian setelah mengikuti pelatihan biasanya ada satu kegiatan ada sesi khusus yang disampaikan oleh fasilitator tentang pelatihan pembuatan proposal bagi wirausaha pemula, sehingga proposal itu yang nanti kita usulkan ke Kementerian, dari dinas Koperasi sesuai petunjuk teknis dia memberikan dukungan sesuai usulan dari usaha mikro kecil kemudian persyaratan-persyaratan yang dilengkapi seperti perijinan, NPWP, kemudian karena program ini dananya ditransfer langsung dari deputi pembiayaan kementrian ke rekening, masing-masing penerima membuka rekening di Bank BRI, begitu proses pemberkasan selesai uangnya langsung ditransfer masuk ke rekening. jadi prosesnya itu proposal yang sudah dibuat okeh UKM yang sudah mengikuti pelatihan dinas koperasi melakukan Verefikasi sesuai dengan aturan-aturan teknis lalu dia memberikan dukungan, dukungan disampaikan ke Dinas Koperasi Provinsi kemudian Dianas Provinsi membawa surat pengantar ke Deputi pembiayaan, nah disana nanti baru diverifikasi yang verifikasi juga bukan dari orang Kementrian Koperasi, tapi itu diverefikasi oleh Tim khusus dari Oprasial dari Menteri Keuangan.”jelasnya

Alan menambahkan untuk mendapatkan program ini tidak semudah membalik telapak tangan, tetapi ini prosesnya sangat rumit dan itu melibatkan orang-orang yang punya kompetensi dalam hal bagaimana menilai kelayakan dalam satu usaha kemudian memutuskan atau mengeksekusi proposal-proposal yang sudah masuk. Di seluruh Indonesia dialokasikan 1831 bantuan wirausaha pemula 1831. Kab. SBB sangat beruntung karena dari usulan proposal yang kita usulkan itu ada 22 calon penerima dan semua diterima itu salah satu prestasi yang luar biasa jadi kita bersyukur bahwa bantuan ini walaupun nilainya tidak seberapa sesuai petunjuk teknis  di kisaran sekitar Rp. 13 juta, tetapi karena ini hibah diharapkan bisa memberikan stimulasi bagi usaha mikro yang mendapatkan bantuan paling tidak mereka membeli peralatan-peralatan yang lebih baik untuk kegiatan – kegiatan usahanya sehingga tentu saja ini memberikan kontribusi dalam rangka peningkatan pendapatan.

Dari progresnya pasti meningkat setelah memberikan bantuan ini kita juga punya tugas untuk melakukan pendampingan, kita memonitor bantuan ini bagaimana pemanfaatanya kemudian bisa membantu, dan bisa juga ada rekrutmen tenaga kerja, juga berkaitan dengan pengentasan kemiskinan di Kabupaten seram Bagian Barat dan angka kemiskinan ada di kisaran 21 ribuan, sekarang data terakhir sekitar 19 ribuan berarti ada sekitar 10% penduduk miskin. Kita berharap bantuan wirausaha pemula ini bisa menekan kemiskinan sekaligus memberikan ruang bagi rekrut tenaga kerja. Saya berterima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM dan ini juga didukung dari semua staf Dinas Koperasi dan UKM SBB. Kalau kita mampu membangun kolektivitas soliditas di antara seluruh aparat yang ada di Dinas Koperasi itu akan memberikan dampak yang luar biasa kepada percepatan pencapaian program-program yang sudah kita rencanakan.

Lanjut Kadis, jadi sebetulnya banyak sekali program-program bantuan permodalan ini ada Skim perkreditan perbankan seperti dana Kur, dan ini juga kita sudah punya tenaga pendamping yang sudah diikut sertakan dalam pelatihan di Makassar ada dua orang, mereka ini yang nanti turun ke usaha-usaha kecil memberikan informasi tentang skema kredit kur.
kami berharap UKM bisa betul-betul punya inisiatif atau punya keinginan untuk mengaskes kredit KUR, tidak tergantung kepada kredit-kredit pemerintah dalam bentuk hibah karena itu tidak mendewasakan.
Di tahun ini kita berharap nanti ada usulan-usulan dari Usaha Kecil dan Menengah untuk memanfaatkan kredit usaha rakyat ini dalam rangka mengatasi kesulitan-kesulitan permodalan bagi mereka itu yang pertama.

Alan menambahkan bantuan permodalan kepada wirausaha pemula ini lebih difokuskan kepada usaha industri, usaha produksi, dan usaha kuliner jadi memang didominasi kepada yang buat kue, nasi kuning, nasi uduk dan ada juga yang buat ikan asar, jadi diprioritaskan untuk usaha-usaha seperti itu.”tutur Kadis. (Jodih L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *